Collaboration between the Ministry of Finance, PT SMI and Bloomberg Philanthropies Strengthen the Achievement of Sustainable Development Goals

New York, 9 April 2019 – Menteri Keuangan (Menkeu) menyaksikan acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) antara PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan Bloomberg Philanthropies di Kantor Bloomberg Philantropies, New York, Senin (8/4). Sebagai negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, MoU ini diharapkan dapat memperkuat dan mengeksplorasi peluang kolaboratif dalam bidang infrastruktur pasar modal, kota berkelanjutan, inovasi pemerintah, dan aspek lainnya terkait Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Menkeu menyampaikan banyak orang yang peduli terhadap Indonesia dan  kita perlu bekerja lebih baik secara bersama-sama. “Bekerja bersama-sama sangatlah penting. Kalau kita bekerja sendiri meskipun dengan kekuatan dan tekad penuh, hasilnya tidak semaksimal kalau kerja bersama.  Dengan bekerja bersama tidak hanya di Indonesia tapi juga lintas negara, kita akan membuat perubahan untuk meraih kemajuan”, ungkap Menkeu mendukung PT SMI sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan.

Bloomberg Philantropies akan memberikan bantuan teknis dan saran kepada PT SMI, bertukar ide, serta memfasilitasi diskusi bagi Kepala Daerah dalam pengambilan keputusan dan penerapan kebijakan untuk mengembangkan kota berkelanjutan di Indonesia.

Selain melakukan penandatanganan kesepahaman, PT SMI juga bekerja sama dengan Bloomberg Philanthropies dan Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) menyelenggarakan sharing session di New York, untuk berbagi pengalaman dalam menerapkan program agar pencapaian pembangunan berkelanjutan dalam kerangka SDGs di Indonesia dapat terealisasi dengan baik.

“SDG Indonesia One akan menghasilkan eksekusi penyediaan infrastruktur yang semakin baik sehingga dapat mentransformasi kebutuhan menjadi peluang bagi banyak pemangku kepentingan yang berpartisipasi dalam berbagai proyek infrastruktur di Indonesia” tambah Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini.

Antha William, Kepala Divisi Program Lingkungan Bloomberg Philanthropies, mengatakan, “Indonesia merupakan contoh yang baik dalam mengedepankan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, sektor swasta, dan filantropi untuk secara aktif mendukung pencapaian SDGs.”

Atas berbagai upaya yang dilakukan oleh PT SMI untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia, Menkeu akan terus mendukung dan mendorong PT SMI agar dapat menggali lebih jauh kesempatan kerja sama dan memperluas jejaring komitmen pendanaan yang lebih besar. Dengan demikian, PT SMI sebagai katalisator pembangunan dapat melahirkan berbagai manfaat ekonomi sosial yang lebih merata bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

 

Nufransa Wira Sakti
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi
Kementerian Keuangan RI

 

Press Release

PT SMI & Stakeholders Always Accelerate Regional Infrastructure Development

Government support through PT SMI which is one of the Ministry of Finance’s Special Mission Vehicles (Ministry of Finance’s SMV) to accelerate regional infrastructure development continues to be improved. For a decade, PT SMI through the Regional Financing facility has realized the expectations of 41 Regional Governments (Pemda) in developing their regions through Regional Financing facilities with a value of Rp4.4 trillion.

PT SMI together with the Ministry of Finance, the Coordinating Ministry for Economic Affairs, and the Ministry of Home Affairs held an event on Alternative Infrastructure Financing for Regional Infrastructure Financing to provide information related to options that could be an alternative source of financing outside of Regional Original Revenues (PAD), namely the scheme of Government and Business Entity Cooperation (PPP) and Regional Financing facilities.

Through the socialization program that invited 56 of these Regional Governments, PT SMI seeks to introduce models & mechanisms of regional financing facilities owned and map priority objects of regional infrastructure such as the Regional General Hospital (RSUD), Roads, Public Road Lighting, River Restoration, and others.

PT SMI’s Synergy to Accelerate Development in Pasundan

PT SMI, through the support of the Ministry of Finance, continued to accelerate the country’s development through synergy in the form of a Memorandum of Understanding with the West Java Provincial Government. This synergy is expected to be the initial momentum and important point of collaboration between the West Java Provincial Government and PT SMI in order to accelerate the implementation of various fields of development in West Java, especially infrastructure development.

PT SMI will support the acceleration of infrastructure development in West Java by providing creative financing scheme facilities. In addition, PT SMI will also help to provide training to improve the capacity and competence of the State Civil Apparatus (ASN) within the West Java Provincial Government.

One Decade, SMI Spend Fund Rp1,151.8 Trillion for Infrastructure Projects

For ten years or a decade, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) has funded 261 projects worth Rp1,151.8 trillion.

The amount is diversified through three business pillars, namely financing and investment, construction services and project development.


Selama sepuluh tahun atau satu dekade berkiprah, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) telah mendanai 261 proyek senilai Rp1.151,8 triliun.

Jumlah tersebut terdiversifikasi melalui tiga pilar bisnis yaitu pembiayaan dan investasi, jasa konstruksi dan pengembangan proyek.

Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini menjelaskan, melalui bisnis pembiayaan dan investasi, SMI mengelola proyeyek komersial senilai Rp553,6 triliun.

Sementara untuk bisnis jasa konstruksi, nilai proyek yang ditangani mencapai Rp546,6 triliun. Proyek yang digarap mencapai 46 proyek meliputi telekomunikasi, transportasi, infrastruktur sosial, dan konektivitas.

“Dalam KPBU kami juga sudah mendampingi proyek senilai Rp51,6 triliun,” ungkap Emma saat peringatan Dasabakti PT SMI di Jakarta, Kamis (28/3/2019).

Ia menambahkan, dari total pembiayaan yang disalurkan, 63 persen di antaranya merupakan proyek yang digarap di luar Pulau Jawa.

Hal ini sejalan dengan semangat pemerintah dalam mendukung upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

“Dari sisi sektor juga sangat terdiversifikasi. Memang saat ini terdominasi oleh sektor konektivitas, karena Indonesia merupakan negara kepulauan. Averagenya terdominasi jalan dan jalan tol, disusul ketenagalistrikan dan disusul sektor lain,” beber Emma.

Dengan capaian saat ini, ia mencatat, PT SMI telah berhasil menciptakan multiplier effect 18,63 kali terhadap modal yang disetor dan 6,03 kali terhadap komitmen fasilitas pembiayaan.

kompas.com

10 Years Operates, SMI Develops Capital of 18 Times

Finance Minister Sri Mulyani Indrawati appreciated the performance of PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), which has been able to develop its capital since its establishment. After 10 years of work, SMI has expanded its capital to 18 times.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengapresiasi kinerja PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang telah mampu mengembangkan modalnya sejak didirikan. Setelah 10 tahun berkiprah, SMI telah mengembangkan modal hingga 18 kali lipat.

Pada awal SMI didirikan, Kementerian Keuangan memberi modal sebesar Rp 1 triliun. “Dan mereka leverage lebih dari 18 kali sehingga bisa mengakselerasi pembangunan infrastruktur melalui alternatif financing,” kata dia dalam konferensi pers Satu Dasawarsa Bakti untuk Negeri PT SMI di Jakarta, Kamis (28/3).

Saat ini SMI telah mendanai proyek senilai Rp 553,6 triliun. Namun, Sri mengatakan angka tersebut tidak cukup besar untuk membangun kebutuhan infrastruktur Indonesia. Dia berharap, SMI dapat membiayai proyek hingga Rp 5 ribu triliun.

Mengacu Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, kebutuhan pendanaan infrastruktur mencapai Rp 5.500 triliun. Namun, pembiayaan yang bersumber dari APBN hanya sebesar Rp 2.215 triliun atau 40,14 persen dari kebutuhan pendanaan. Sementara, dana lainnya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanjan (APBD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta.

Peran SMI sangat penting untuk mendanai proyek-proyek tersebut. Selama ini beragam proyek infrastruktur yang ditangani oleh SMI telah menyediakan penerangan bagi 3,2 juta rumah, air bersih untuk 8,1 juta jiwa dan mengairi 185 ribu hektar sawah, serta fasilitas kesehatan bagi 720 pasien baru per tahun. Semua proyek ini menciptakan lapangan kerja bagi 1,97 juta orang selama masa konstruksi.

SMI telah berpartisipasi dalam pembiayan infrastruktur dengan total nilai proyek Rp 1.151,8 triliun. Secara rinci, pembiayaan dan investasi proyek komersial dan pemerintah daerah (pemda) mencapai Rp 553,6 triliun dan bisnis jasa konsultasi senilai Rp 546,6 triliun. Pendanaan ini untuk mendukung terwujudnya berbagai proyek infrastruktur telekomunikasi, transportasi, ketenagalistrikan, jalan tol, infrastruktur sosial, serta air minum.

Di samping itu, SMI berpartisipasi dalam 14 penugasan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dan 1 penugasan non-KPBU dengan total nilai pengembangan proyek sebesar Rp 51,6 triliun. SMI juga telah mendukung terwujudnya 52 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp 69,9 triliun, antara lain proyek jalan Tol Trans Sumatera, jalan Tol Trans Jawa, SPAM Umbulan, jaringan optik Palapa Ring, transportasi perkotaan, energi terbarukan dan lain-lain.

BUMN di bawah Kementerian Keuangan ini juga mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah tengah dan timur Indonesia dengan porsi 78 persen. Adapun sebanyak 20 Offering Letter (OL) telah diterbitkan dan disampaikan kepada pemda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3 Pemda telah mendapatkan fasilitas pembiayaan daerah sebesar Rp 464,2 miliar dan 17 Pemda dalam proses loan effectiveness dengan nilai pembiayaan Rp 2,6 triliun.

Memasuki usia 10 tahun, Sri Mulyani berpesan agar SMI terus mengembangkan kinerjanya dengan mengamati institusi pembangunan di negara lain. Dia juga meminta SMI agar mampu menangani berbagai permintaan pembangunan di setiap daerah. “Saya harap PT SMI mampu memetakan daerah berdasarkan kapasitas mereka membangun infrastruktur dan komitmen lokal,” ujarnya.

katadata.co.id

Dasabakti PT SMI 2019 – Semangat Membangun Indonesia: PT SMI Synergizes with Stakeholders for 10 Years to Accelerate Infrastructure Development

PT SMI as one of the Ministry of Finance’s Special Mission Vehicles (SMV Kemenkeu) appreciates the solid synergy with all stakeholders that has been established for a decade through the Dasabakti PT SMI 2019 – Semangat Membangun Indonesia.

For 10 years, the direction and support of Shareholders and all Stakeholders has encouraged PT SMI to realize a project worth Rp1,151.8 trillion to accelerate the development of infrastructure with the insight of Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia, where PT SMI supports commercial projects and regional governments worth Rp553.6 trillion through the Financing & Investment pillar, supporting the project (14 PPP & 1 non-PPP assignments) worth Rp51.6 trillion through the Project Development pillar, and through the Advisory Services pillar supporting 46 projects worth Rp566.6 trillion.

At this event, Minister of Finance Sri Mulyani Indrawati & Coordinating Minister for Maritime Affairs Luhut Binsar Pandjaitan attended & appreciated the performance of PT SMI. The Minister of Finance stated, “I am very proud and grateful that PT SMI is one of the few institutions capable of translating this idea into reality”. In addition, the Coordinating Minister for Maritime Affairs also appreciated the performance of PT SMI, “I am very proud, we have PT SMI and will continue to work closely with PT SMI who is very professional”.

For a decade serving in the country, PT SMI was able to carry out its function as a fiscal tool. Through a variety of creative innovations & infrastructure financing products, PT SMI further strengthened its steps to continue to grow and develop rapidly in carrying out the Ministry of Finance’s mandate as a Shareholder. This shows that PT SMI has a strong foundation for sustainable growth to develop Indonesia.

PT SMI Manage Rp1,151.8 Trillion to Accelerate Infrastructure Development in Indonesia

Jakarta, 28 Maret 2019 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan apresiasi kepada salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (“SMV Kemenkeu”), yakni PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”). Menkeu menilai, PT SMI telah menunjukkan kontribusi nyata mempercepat proyek infrastruktur di Indonesia melalui 261 proyek infrastruktur senilai Rp1.151,8 triliun. Peran PT SMI dalam percepatan proyek infrastruktur terebut dilakukan melalui pembiayaan dan investasi, jasa konsultasi serta penyiapan proyek infrastruktur. “Banyak ide janji baik yang mudah disampaikan namun hanya sedikit orang dan tembaga tekun menerjemahkan ide itu menjadi kenyataan. Saya sangat bangga dan berterima kasih PT SMI adalah salah satu dari sedikit institusi yang mampu menerjemahkan ide tersebut menjadi kenyataan.” ujar Menteri Keuangan dalam acara satu dasawarsa bakti untuk negeri PT SMI di Jakarta (28/3).

Beragam proyek infrastruktur yang ditangani oleh PT SMI tersebut telah melahirkan sejumlah manfaat nyata bagi bangsa seperti penerangan bagi 3,2 juta rumah, air bersih untuk 8,1 juta jiwa dan mengairi 185 ribu hektar sawah, serta fasilitas kesehatan bagi 720 pasien baru per tahun. Semua proyek ini menciptakan lapangan kerja bagi 1,97 juta tenaga kerja selama masa konstruksi.

Kontribusi dan capaian tersebut diperoleh melalui inovasi dan produk pembiayaan yang dinilai kreatif dan inovatif. Melalui bisnis Pembiayaan dan Investasi misalnya, PT SMI mengelola proyek komersil dan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan nilai proyek mencapai Rp553,6 triliun. Melalui bisnis Jasa Konsultasi, PT SMI dipercaya dan diberikan mandat menangani 46 proyek senilai Rp546,6 triliun untuk mendukung terwujudnya berbagai proyek Infrastruktur Telekomunikasi, Transportasi, Ketenagalistrikan, Jalan Tol, Infrastruktur Sosial, serta Air Minum. Di samping itu, PT SMI juga berpartisipasi dalam 14 penugasan KPBU dan 1 penugasan non-KPBU dengan total nilai pengembangan proyek sebesar Rp51,6 triliun.

PT SMI diketahui telah mendukung terwujudnya 52 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai Rp69,9 triliun, antara lain Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, Jalan Tol Trans Jawa, SPAM Umbulan, Jaringan Optik Palapa Ring, Transportasi Perkotaan, Energi Terbarukan dan lain-lain.

Melalui fasilitas Pembiayaan Daerah, PT SMI diketahui juga telah memberikan dukungan nyata pembangunan infrastruktur daerah di mana 78% berada di wilayah Indonesia Tengah dan Timur serta sisanya di wilayah Indonesia Barat. Tercatat,  20 Offering Letter (“OL”) telah diterbitkan dan disampaikan kepada Pemda, di mana 3 Pemda telah mendapatkan fasilitas pembiayaan daerah sebesar total Rp464,2 miliar dan 17 Pemda dalam proses loan effectiveness dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp2,6 triliun.

 “Melalui berbagai inovasi dan produk pembiayaan infrastruktur yang kreatif, PT SMI semakin memantapkan langkahnya untuk terus bertumbuh serta berkembang dengan pesat dalam menjalankan mandat Kemenkeu sebagai Pemegang Saham. Hal ini menunjukkan bahwa Perseroan telah memiliki fondasi yang kuat untuk bertumbuh secara berkelanjutan (sustainable growth).” Jelas Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini menanggapi capaian yang telah diperoleh PT SMI selama satu dekade terakhir.


Lampiran Siaran Pers

Kepercayaan dan dukungan Pemegang Saham serta seluruh Pemangku Kepentingan telah membuat PT SMI terus bertumbuh selama 10 tahun dan berkesempatan mengakselerasikan pembangunan infrastruktur Indonesia. Berikut adalah kilasan utama pencapaian PT SMI selama 1 (satu) dasawarsa baktinya untuk negeri:

  1. Dukungan PT SMI terhadap proyek infrastruktur Indonesia mendorong terciptanya multiplier effect sebesar 18,14 kali terhadap modal disetor dan 6,03 kali terhadap komitmen fasilitas pembiayaan.
  2. Melalui penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang baik, Perseroan telah mampu menjaga kualitas aset dengan NPL neto yang sangat rendah sebesar 0,65% dan PT SMI telah beroperasi secara efisien. Hal ini dibuktikan dengan Cost Efficiency Ratio (CER) di bawah rata-rata dari perbankan nasional dan Development Financial Institution (DFI) lainnya.
  3. PT SMI melahirkan inovasi pendanaan guna mendukung pembangunan infrastruktur berorientasikan Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia dengan menginisiasikan:
    • Green Bond – PT SMI tercatat sebagai emiten pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan ini.
    • SDG Indonesia One (SIO) – Kemenkeu melalui PT SMI meluncurkan SIO sebagai integrated platform (development, de-risking, financing, dan equity funds) yang menghubungkan beragam proyek dengan investor yang paling sesuai dan telah menghimpun komitmen sebesar USD2,3 miliar, (3) Dana Pembangunan Hijau/ Green Climate Change (GCF) – PT SMI menjadi lembaga pertama di Asia Tenggara terakreditasi GCF.
    • Hedging SyariahForeign Currency Hedging iB yang disediakan bagi PT SMI melalui mekanisme transaksi Cross Currency Hedging iB senilai USD128 juta untuk memitigasi risiko fluktuasi pasar terhadap kegiatan usaha Syariah.
    • Medium-Term Notes (MTN) USD – Aktivitas fundraising berupa penerbitan MTN USD Sarana Multi Infrastruktur tahap I 2016 sebesar USD100 juta dengan keseluruhan program sebesar USD300 juta di mana hal ini merupakan terbesar di Indonesia untuk mendorong pendalaman pasar keuangan di Indonesia melalui variasi instrumen keuangan.
  4. Dalam hal inovasi pembiayaan, PT SMI telah menghasilkan beragam inovasi pada produk pembiayaan untuk menjembatani kebutuhan pembiayaan infrastruktur, seperti:
    • Cash Defiency Support – Produk pembiayaan konvensional yang menjamin terbayarkannya kewajiban debitur kepada sindikasi perbankan sindikasi. Skema ini sukses diterapkan pada proyek Trans Sumatera.
    • Takeout Financing – PT SMI memberikan komitmen di awal suatu proyek untuk mengganti/ melanjutkan/ membeli fasilitas pembiayaan suatu proyek infrastruktur di kemudian hari dari institusi pemberi kredit lainnya.
    • Ijarah Al Maushufah Fi Al Dzimmah (IMFZ) – Pembiayaan syariah yang digunakan untuk membiayai transaksi perjanjian sewa-menyewa atas manfaat suatu barang (‘ain) dan/ atau jasa (‘amal) yang pada saat akad hanya disebutkan sifat-sifat dan spesifikasinya (kuantitas dan kualitas).
    • Step up MMQ Musyarakah Mutanaqisah – Pembiayaan berdasarkan prinsip musyarakah, yaitu syirkatul ‘inan (setiap pihak menyumbangkan modal), yang porsi (hishshah) modal salah satu syarik (Perseroan) berkurang disebabkan pengalihan secara bertahap (naqlul hishshah bil ‘iwadh mutanaqisah) kepada syarik yang lain (counterparty).
    • Contractor Pre-Financing (CPF) – Skema pembiayaan alternatif yang menyediakan kesempatan yang lebih besar bagi kontraktor Badan Usaha Miliki Neara (BUMN) dan swasta untuk turut andil dalam pengerjaan pembangunan proyek serta perencanaan cash-flow yang lebih baik bagi Pemerintah. Skema ini pertama kali diterapkan pada megaproyek Tol Trans Sumatera.

Selama 10 tahun eksistensinya, PT SMI telah meraih 34 penghargaan yang terdiri dari 24 penghargaan di dalam negeri dan 10 penghargaan internasional, di mana hal ini menunjukan kepercayaan Pemangku Kepentingan kepada PT SMI.

 

Tentang PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”)

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) yang didirikan pada tanggal 26 Februari 2009 adalah Badan Usaha Milik Negera di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang berperan dan memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan infrastruktur.

PT SMI memiliki berbagai fungsi dan produk/ fitur unik untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan baik swasta maupun multilateral. PT SMI aktif mendukung pelaksanaan KPBU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

PT SMI memiliki tiga pilar bisnis yaitu (1) Pembiayaan dan Investasi, yaitu pembiayaan terhadap proyek – proyek infrastruktur, (2) Jasa Konsultasi yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur serta (3) Pengembangan Proyek yaitu membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur.

 

For further information:
Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary

Agah Djajadiredja
Communications & CSR

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

 

Press Release

SMI Day 2019: Support from the Family to Grow Semangat Membangun Indonesia

The role of PT SMI for 1 decade as a catalyst for infrastructure development is inseparable from family support. This allows the SMIers (PT SMI employees) to implement iSprint values into their daily work activities.

As one of the series of commemoration of Dasabakti PT SMI 2019 and a form of appreciation for family support, PT SMI held SMI Day 2019 at Ancol Art Market. This annual event was characterized by laughter, fun, and inter-family relations, including the appearance of Gigi band that entertained SMIers and their families.

PT SMI yang merupakan salah satu Special Mission Vehicles Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu) meyakini bahwa dukungan para keluarga SMIers adalah kunci utama untuk senantiasa menumbuhkan Semangat Membangun Indonesia.

PT SMI, which is one of the Ministry of Finance’s Special Mission Vehicles (SMV Kemenkeu), believes that the support of the SMIers’ families is the key to always fostering Semangat Membangun Indonesia.

Increasing Inter-Regional Connectivity, PT SMI Synergizes to Support Financing the Construction of Two National Strategic Project Toll Roads

Jakarta, 08 Maret 2019 – Dalam rangka mendukung konektivitas antardaerah secara berkelanjutan serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) yang merupakan salah satu Special Mission Vehicles di bawah koordinasi Kementerian Keuangan (SMV Kemenkeu), senantiasa bersinergi dengan pebankan nasional mendukung pembiayaan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) ruas jalan tol Cibitung-Cilincing dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar. Hal tersebut diawali melalui Penandatanganan Kredit Investasi Infrastruktur Jalan Tol PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP) sebesar Rp6,8 triliun dan PT Waskita Bumi Wira (WBW) dengan nilai Rp3,96 triliun.

PT SMI mendukung terlaksananya pembangunan dua PSN ini dengan menyediakan produk pembiayaan yang memahami kebutuhan dari pemilik proyek melalui produk pembiayaan subordinasi yang akan memperkuat produk pembiayaan perbankan lainnya dan akan mendukung dalam mewujudkan profil keuangan debitur lebih sehat, sehingga menarik bagi para investor serta kalangan perbankan untuk berinvestasi pada proyek infrastruktur di Indonesia. Dalam proyek jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, PT SMI mendukung struktur pembayaran pokok dan bunga dibuat lebih fleksibel menyesuaikan dengan aliran kas (cash flow) proyek. Bahkan, selain pembayaran pokok dan bunga yang fleksibel – PT SMI memberikan tenor lebih panjang 2 tahun dari peserta sindikasi lainnya untuk proyek jalan tol Cibitung-Tanjung Priok.

Dukungan PT SMI Wujudkan Efisiensi Jarak Tempuh Melalui Ruas Jalan Tol Cibitung-Cilincing

Di ruas jalan tol ini, PT SMI bersinergi dengan Bank Mandiri, BNI, BRI dan CIMB Niaga, Bank Panin, Bank DKI, dan Bank Jatim mengucurkan pembiayaan bagi CTP untuk membangun ruas tol sepanjang 34,02 km. Tersedianya ruas tol ini akan mendukung arus lalu lintas barang di kawasan industri Cibitung dan terkoneksi langsung dengan jaringan tol Trans Jawa dan pelabuhan internasional Tanjung Priok, sehingga menciptakan distribusi logistik yang lebih efisien.

Keberadaan ruas jalan tol Cibitung-Tanjung Priok berperan besar dalam penghematan waktu tempuh dari sekitar 60-90 menit melalui JORR I atau tol dalam kota, menjadi hanya sekitar 30 menit (dengan asumsi kecepatan 60 km/jam) yang akan sangat membantu mengurai lalu lintas kendaraan harian serta berperan dalam penghematan biaya operasional kendaraan.

PT SMI Dukung Terwujudnya Kelancaran Distribusi Barang Nasional melalui Ruas Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar

Di ruas jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar, PT SMI yang merupakan salah satu lead sindikasi pembiayaan juga bersinergi dengan Bank BNI, BRI, dan CIMB Niaga Syariah, Bank Jatim dan Bank Jatim Syariah, Bank Bali, Bank Riau Kepri, Bank NTT, Bank Maluku Malut, Bank Papua, Bank Kalsel, Bank Sumsel Babel, Bank Kalbar, dan Bank Bengkulu mengucurkan pembiayaan bagi WBW selaku selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk mewujudkan pembangunan ruas tol sepanjang 38,29 km ini. Jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar merupakan lingkar luar kota Surabaya yang menghubungkan kawasan Industri di Gresik dan sekitarnya dengan koneksi langsung dengan jalan tol Trans Jawa di wilayah Jawa Timur.

Ruas tol ini akan menjadi akses utama dari dan ke pelabuhan dan kawasan Industri Java International Port and Estate (JIIPE) di Gresik – kawasan industri terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia, sehingga mampu mendukung kelancaran distribusi barang nasional. Ruas jalan tol ini juga akan menghemat waktu tempuh Krian menuju Manyar selama kurang lebih 1 jam yang juga akan berdampak pada penghematan biaya operasi kendaraan.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini menyatakan,

“Komitmen Kementerian Keuangan melalui PT SMI dalam mendukung pembiayaan pembangunan PSN ruas jalan tol Cibitung-Cilincing dan Krian-Legundi-Bunder-Manyar ini merupakan salah satu wujud dukungan terhadap upaya meningkatkan konektivitas antardaerah yang akan mendorong terciptanya manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Selama 1 dasawarsa bakti PT SMI mengakselerasikan pembangunan infrastruktur Indonesia, sinergi dengan para pemangku kepentingan telah memungkinkan kami mendukung 52 PSN dengan total nilai proyek sebesar Rp69,9 triliun.

Sepanjang 10 tahun peran PT SMI sebagai katalis pembangunan infrastruktur, kepercayaan para pemangku kepentingan merupakan hal inti yang memungkinkan PT SMI mendukung penyiapan dan pembiayaan proyek infrastruktur di Indonesia dengan total nilai proyek sebesar Rp1.151,8 triliun yang meliputi: (1) Pembiayaan dan Investasi Proyek Komersial serta Pemerintah Daerah, (2) Proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU), dan Proyek Jasa Konsultasi yang akan mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.”

-selesai-

 

Tentang PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”)

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (“PT SMI”) yang didirikan pada tanggal 26 Februari 2009 adalah Badan Usaha Milik Negera di bawah koordinasi Kementerian Keuangan yang berbentuk Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) yang berperan dan memiliki mandat sebagai katalis percepatan pembangunan infrastruktur.

PT SMI memiliki berbagai fungsi dan produk/ fitur unik untuk mendukung percepatan pembangunan infrasruktur yang tidak hanya berfungsi sebagai pembiayaan infrastruktur tetapi juga sebagai enabler melalui pelaksanaan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) yang mengikutsertakan berbagai institusi keuangan baik swasta maupun multilateral. PT SMI aktif mendukung pelaksanaan KPBU dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah melalui produk pinjaman daerah.

PT SMI memiliki tiga pilar bisnis yaitu (1) Pembiayaan dan Investasi, yaitu pembiayaan terhadap proyek – proyek infrastruktur, (2) Jasa Konsultasi yaitu solusi atas kebutuhan tenaga professional dan ahli di bidang infrastruktur serta (3) Pengembangan Proyek yaitu membantu Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) untuk menyiapkan proyek infrastruktur.

 

For further information:
Ramona Harimurti
Head of Corporate Secretary

Agah Djajadiredja
Communications & CSR

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)
Tel: +6221 8082 5288
Fax: +6221 8082 5258
Email: corporatesecretary@ptsmi.co.id
www.ptsmi.co.id

 

Press Release

Financing Innovation Discussed for The Acceleration of Infrastructure Construction in The Region

The government encourages the acceleration of infrastructure development in the regions by providing a number of innovations for financing of infrastructure projects. It is because, in the middle of the limitations of State Budget and Regional Budget, the infrastructure construction is still needed to maintain the economic growth in the regions of national economy

 

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di daerah dengan menyediakan sejumlah inovasi bagi pembiayaan proyek infrastruktur.

Pasalnya, di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pembangunan infrastruktur tetap diperlukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah penopang perekonomian nasional.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Iskandar Simorangkir mengatakan salah satu kunci keberhasilan agar bisa keluar dari middle income trap country adalah dengan cara meningkatkan daya saing sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Untuk meningkatkan daya saing, salah satu hal utama adalah dengan membangun infrastruktur,” ujarnya di Jawa Timur, melalui keterangan resmi yang diterima Jumat (8/3/2019).

Iskandar menegaskan kebutuhan infrastruktur tidak dapat dibangun dengan cepat melalui pendanaan dengan pola tradisional. “Kita perlu mencoba pola yang sudah dilakukan pemerintah pusat, diikuti oleh pemerintah daerah dengan inovasi-inovasi, misalnya dengan pinjaman daerah ataupun opsi-opsi lainnya,” ujarnya.

Dia mengatakan bahwa untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur, pemerintah saat ini mengoptimalkan 7 (tujuh) pos alternatif pembiayaan infrastruktur.

Tujuh pos pembiayaan tersebut yakni, Pertama, pasar modal, melalui Kontrak Investasi Kolektif (KIK), Dana Investasi Real Estat (DIRE), KIK Efek Beragun Aset (EBA), Dana Investasi Infrastruktur (Dinfra), dan obligasi daerah. Kedua, hibah dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Ketiga, pinjaman melalui perbankan, kembaga keuangan non bank, pemerintah, ataupun lembaga yang mendapatkan penugasan seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Keempat, multilateral bank. Kelima, enviromental fund. Keenam, Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), dan Ketujuh, hak pengelolaan terbatas / Limited Consession Scheme (LCS).

“Misalnya pembangunan jalan tol, tidak mungkin pendanaan dari pusat bisa mengakomodir kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, kita hadirkan inovasi seperti sekuritisasi dalam bentuk asset backed securities, bahkan kita tengah mencoba LCS yang sedang dikembangkan juga di
berbagai daerah,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan akses daerah terkait sumber-sumber pembiayaan juga dilakukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian melalui tiga langkah nyata.

Pertama, melalui perubahan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pinjaman Daerah melalui PP No.30/2011 menjadi PP No.56/2018. Kedua, pendampingan penerbitan obligasi daerah. Ketiga implementasi percepatan pemberian pinjaman daerah.

Oleh sebab itu, pihaknya pun gencar melakukan sosialisasi terkait banyaknya inovasi pembiayaan tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk Infrastruktur daerah, seperti melalui sejumlah seminar nasional untuk meningkatkan pemahaman Pemda atas sumber-sumber pendanaan non APBD tersebut.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengapresiasi atas terselenggaranya sosialisasi dari pemerintah pusat tersebut di Kota Batu, karena kondisi infrastruktur di wilayahnya masih perlu ditingkatkan, di tengah tingginya pertumbuhan sektor pariwisata.

“Melihat pesatnya pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata di Kota Batu, kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah pusat memperbaiki tantangan ini,” ujarnya.

Namun demikian, Iskandar melanjutkan, bahwa pemerintah sebenarnya juga menyadari tantangan yang dihadapi Pemda untuk mengakses inovasi pembiayaan tersebut, khususnya pasar modal dan lembaga keuangan, masih rendah.

“Oleh karena itu, arah kebijakan yang perlu dilakukan adalah dengan membuat regulasi yang mendukung, agar akses pemerintah daerah di pasar modal untuk mendapat pinjaman menjadi lebih mudah,” pungkas Iskandar.

 

https://ekonomi.bisnis.com/read/20190308/9/897629/inovasi-pembiayaan-diracik-untuk-akselerasi-pembangunan-infrastruktur-di-daerah

PT SMI Supports the Manado City Government to Improve Health Services

Towards a decade of devotion to the country, PT SMI through strong support from the Ministry of Finance, continues to accelerate national development, one of which is in the health sector. At the beginning of 2019, this was confirmed by PT SMI as the Ministry of Finance’s Special Mission Vehicles (Ministry of Finance’s SMV) by financing the construction of the RSUD Kota Manado Kelas C worth Rp120 billion through Municipal Financing facilities.

Through support from PT SMI, the presence of the RSUD Kota Manado can improve health services, improve health facilities and infrastructure, and present the implementation of health services in stages/referrals for the community in the city of Manado.

In the health infrastructure sector, the PT SMI Municipal Financing facility has supported the realization of better health services such as in the RSUD Konawe, RSUD Gianyar, and others as well as supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) in Indonesia.

 

Indonesia PPP Day 2019 at Singapore

“Beyond Boundaries: Indonesia as a Global PPP Investment Destination” became the theme of Indonesia PPP Day 2019 – the 3rd annual event initiated by the Ministry of Finance. PPP Day 2019 was held to attract foreign investors to participate in the Public Private Partnership (PPP) project in Indonesia.

The event which was attended by Minister of Finance Sri Mulyani Indrawati, Minister of Transportation Budi Karya Sumadi, Minister of PPN/Head of Bappenas Bambang Brodjonegoro, and Minister of Communication & Information Rudiantara also discussed collaborative efforts to realize bankable infrastructure projects that rely on independent, competitive & high-quality procurement processes and still pay attention to the risk aspects.

In this event Business Entities & Institutions under the coordination of the Ministry of Finance, or Special Mission Vehicles (SMV) such as PT SMI, PT PII & IIF, present their important roles in the PPP ecosystem in Indonesia.