Berita


132 Proyek MP3EI Groundbreaking Semester II 2014

JAKARTA – Pemerintah menyatakan pada periode Juli hingga Desember 2014 sebanyak 132 proyek Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dengan nilai investasi sebesar Rp 443,5 trililun akan dilakukan peletakan batu pertama (groundbreaking). Pengerjaan sejumlah proyek tersebut diharapkan bisa memberikan positif terhadap ekonomi domestik.

Lucky Eko Wuryanto, Deputi Bidang Pengembangan Infrastruktur Kementerian Koordinator Perekonomian, mengatakan groundbreaking 132 proyek tersebut akan dilakukan berdasarkan komitmen swasta dan pelaksana proyek yang masuk hingga saat ini.

Menurut dia, proyek yang akan groundbreaking sepanjang semester II tahun ini lebih pada proyek kecil yang nilainya tidak terlalu besar, tapi berdampak cukup baik terhadap ekonomi. Proyek kecil tersebut rata-rata adalah proyek infrastruktur dasar.

“Untuk Juli-Desember 2014 berdasarkan komitmen awal masih ada 132 proyek lagi yang akan groundbreaking, proyek tersebut banyak yang kecil-kecil terbangun di akhir tahun dengan total investasi Rp 443,5 triliun,” terang Lucky kepada media di kantornya, kemarin.

Dia menambahkan, selain 132 proyek akan groundbreaking sepanjang semester II 2014, ada delapan proyek MP3EI lain yang rencananya akan diresmikan oleh pemerintah. Proyek tersebut sudah dikerjakan sebelumnya yaitu tiga di koridor Jawa, dua di koridor Kalimantan dan tiga di koridor Maluku-Papua.

Proyek yang akan diresmikan tersebut antara lain proyek jalur ganda lintas utara jawa antara Cirebon-Surabaya dengan nilai investasi Rp 16,4 triliun, proyek bandara internasional Sepinggan Kalimantan Timur dengan investasi Rp 2,1 triliun dan proyek pengembangan bandara Ibra, Tual Baru dengan investasi Rp 200 miliar.

Lukita Dinarsyah Tuwo, Ketua Tim Konektivitas Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), menambahkan pelaksanaan proyek MP3EI sampai dengan saat ini masih menghadapi masalah yaitu persiapan pelaksanaan proyek, lahan, dan pendanaan.

Dari sisi persiapan pelaksanaan proyek, saat ini masih menghadapi masalah Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan), proses lelang atau kontrak bermasalah, dan kesiapan regulasi. Lalu di sisi lahan ada masalah pada penetapan lahan, pembebasan lahan, sengketa lahan, dan tumpang tindih kawasan. Sedangkan, pendanaan ada pada skema pembiayaan yang belum matang.

Lukita menuturkan, dari seluruh masalah tersebut realisasi investasi masih bisa terlaksana cukup baik. Dari seluruh investasi, BUMN masih sangat mendominasi seluruh proyek infrastruktur konektifitas, sebab APBN masih sangat terbatas.

Kelanjutan MP3EI
Sementara itu, Dedy Supriadi Priyatna, Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, mengatakan proyek dalam MP3EI pada dasarnya sudah ada dalam rencana proyek pemerintah yang akan dikerjakan dan tercantum dapat Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Dengan demikian, apakah MP3EI akan dilanjutkan atau tidak tentu tidak akan berpengaruh pada pelaksanaan proyek yang sudah dijadwalkan. Artinya secara lembaga bisa saja diteruskan dan tidak dilanjutkan oleh pemerintah baru. “Dan yang yang terpenting proyeknya tidak hilang karena sudah terjadwal,” ujarnya.(*)

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal