Berita


2 BUJT Tambah Dana Talangan Untuk 2 Ruas Tol Baru

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menyatakan terdapat 2 Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang berkomitmen untuk memberikan dana talangan lahan hingga awal bulan ini.

Kepala Bidang Investasi Sekretariat Badan Pengatur Jalan Tol Sudiro Roi mengatakan telah melakukan amendemen Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) untuk 2 ruas.

Dua ruas yang akan dibebaskan lahannya menggunakan dana talangan itu yakni Tol Pasuruan-Probolinggo sepanjang 31,3 kilometer,Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) dengan panjang 21 km.

“Selaku BUJT dalam pembangunan ruas Pasuruan-Probolinggo adalah PT Transjawa Paspro menambah dana talangan semula Rp373 miliar menjadi Rp845 miliar. Kemudian PT Kresna Kusuma Dyandra untuk Tol Becakayu telah menambah dari semula Rp449 miliar menjadi Rp 806 miliar,” jelasnya, Rabu (10/8/2016).

Kepala BPJT Herry Trisaputra Zina mengungkapkan dengan bertambahnya penandatangan komitmen bersama badan usaha jalan tol (BUJT) awal bulan ini, dana talangan tanah yang terkumpul dalam LMAN Kementerian Keuangan mencapai Rp22 triliun. Sebelumnya, per posisi akhir Juli 2016 dana talangan yang terhimpun senilai Rp21, 81 triliun.

“Dana tanah nanti akan diganti oleh LMAN dengan komitmen tahun 2016 Rp16 triliun. Sisanya akan kita carry over 2017,” tambahnya.

Menurutnya, PT Sarana Multi Infrastruktur juga berperan penting menjadi pihak yang memberikan fasilitas pinjaman kepada BUJT yang memerlukan talangan.

Sementara itu, Herry melanjutkan sampai saat ini jumlah dana yang sudah disalurkan pemerintah kepada BUJT dari Mei hingga Agustus ini sebesar Rp2,1 triliun.

Seiring bertambahnya dana talangan itu, jumlah pembelanjaan dana talangan yang telah disetorkan oleh pemerintah kepada BUJT meningkat 40% dari posisi akhir Juli sebesar Rp1,5 triliun. “Dengan ini sekarang kami bergerak terus, mempercepat pembebasan lahannya,” ujarnya.

Berdasarkan data BPJT per Juli 2016, Tol Becakayu membutuhkan dana sebesar Rp449 miliar untuk pembebasan lahan yang sampai sekarang baru mencapai 30,14%.

Sementara itu, untuk Ruas Tol Pasuruan-Probolinggo membutuhkan biaya pembebasan lahan sebesar Rp216 miliar dengan progres yang masih 0%.

Dua ruas tol trans Jawa lain Tol Gempol-Pasuruan, biaya pembebasan lahannya adalah Rp256 miliar dengan progres saat ini sudah mencapai 57,2%. Serta Ruas Tol Pejagan Pemalang sudah berhasil dibebaskan sekitar 78% lebih lahan pembangunan dengan dana yang dibutuhkan secara keseluruhan sebesar Rp253 miliar.

Herry mengharapkan penambahan dana talangan ini diharapkan dapat mempercepat proses pengadaan lahan, guna mengejar target operasional tol Trans Jawa pada 2018, dan seluruh ruas tol lainnya pada 2019.

“Pengadaan lahan Trans-Jawa harus selesai Desember 2016 jadi tidak bisa pilah-pilah, ada tanah bayar sesuai tagihan di lapangan, kan sudah banyak. Ini akan dikawal tiap dua minggu oleh pak menteri,” ujarnya.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata