Berita


2017, SMI Siapkan Pembiayaan Rp 63,6 Triliun

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), BUMN yang berada di bawah Kementerian Keuangan berkomitmen menyiapkan pembiayaan untuk proyek infrastruktur di 2017 sebesar Rp 63,6 triliun, atau tumbuh 36% dibanding komitmen pembiayaan tahun ini Rp 46,8 triliun.

Dirut PT SMI Emma Sri Martini mengatakan, komitmen pembiayaan tahun depan akan ditopang oleh pembiayaan komersial Rp 49,7 triliun atau tumbuh 36%, dan pembiayaan pemerintah daerah (pemda) Rp 6,2 triliun atau tumbuh 121%.

Adapun 4 proyek yang berpotensi dimandatkan kepada perusahaan, yakni kilang minyak Pertamina di Bon-tang, RSUD Pirngadi Medan, RSUD Sidoaijo Barat, dan SPAM Kota Bogor.

“Proyek di daerah memang tantangannya di komitmen pemda selaku PJPK untuk mendrive/ lead dan visi pemda. Dari kami siap kapanpun ditunjuk, seperti kilang Bontang sendiri masih bergerak di stakeholder, maunya digeser PJPKnya tapi ada perkembangan lagi. Intinya kita akan terus memilah sehingga bisa memainkan peran sebagai katalis ekonomi” kata dia, di Nusa Dua-Bali, akhir pekan.

Emma mengatakan, hingga kuartal IH-2016, total komitmen pembiayaan yang dijamin PT SMI mencapai Rp 39,5 triliun dengan total nilai proyek Rp 175 triliun. Dengan kata lain, kata dia, komitmen pembiayaan yang diberikan memberikan efek berganda (multiplier effect) hingga 4,4 kali.

Total komitmen pembiayaan tersebut mencakup pembiayaan terhadap BUMN sebesar 51%, swasta 24%, dan pemda 25%. Emma mengatakan, porsi komitmen pembiayaan pemda yang baru diterapkan di 2016 bisa mendorong kinerja perusahaan.

“Kita senang ada pimpinan-pimpinan daerah yang inisiatif untuk mengeksplor dan mengoptimalkan fasilitas yang ada di SMI. Ini manfaatnya buat daerah sangat banyak, mempercepat infrastruktur dan pelayanan fasilitas umum bisa lebih cepat,” ujarnya.

Dia menjelaskan proyek yang dijamin PT SMI mencakup proyek prioritas nasional, proyek strategis nasional, dan proyek yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Beberapa proyek tersebut antara lain Jalan TolTrans Jawa, Trans-Sumatera, Bandara Terminal 3 Ultimate, dan Palapa Ring Paket Tengah.

Meski menggarap proyek infrastruktur yang dikenal berisiko tinggi, pihaknya tetap prudent menjaga kualitas penjaminan. Pembayaran premi bermasalah pada kuartal 1-2016, kata dia, tercatat 0,91%.

“Angka ini masih sangat konservatif meski portofolio kita berisiko tinggi. Artinya, mitigasi risiko kita cukup baik dilaksanakan,” kata dia.

Instrumen Sukuk

Direktur Keuangan dan Dukungan Kerja PT SMI Agresius Robajanto Kadiaman menambahkan, perusahaan (SMI) terus mengembangkan alternatif instrumen pembiayaan, termasuk sukuk.

Dia mengatakan, belum lama ini obligasi dengan rating AAAdari Pefindo berhasil menarik dana sebesar Rp 5 triliun. Dan, sesuai rencana pada semester 11-2017 perusahaan menerbitkan sukuk sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 2 triliun. Penerbitan sukuk tersebut tergantung book portfolio berbasis syariah.

“Kalau agresif portfolionya second half 2017 kami bisa launehing sukuk. Pipelinenya sekitar Rp 2 triliunan, tapi kredit investasi kan bertahap, 25% saja dari portfolio syariah kami, kami bisa provided book -nya half first Rp 500 miliar misalnya,” kata dia.

Menurutnya, pasar syariah sangat menjanjikan dan komplementari mengingat banyak investor middle east yang perlu underlying berbasis syariah, karena ada produk atau struktur yang tidak bisa diisi konvensional.

Dia menyebut aset PT SMI hingga kuartal IU-2016 tergolong kecil yakni Rp 34,3 triliun. Selain itu, dia mengakui perusahaan masih membutuhkan banyak sumber pendanaan, terutama dana jangka panjang.

 

2017-smi-siapkan-pembiayaan-rp-636-triliun

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal