Berita


ADB Bantu SMI Percepat Proyek KPS Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA – Asian Development Bank (ADB) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Indonesia bekerja sama untuk mempercepat penyaluraan pendanaan sektor swasta bagi proyek-proyek infrastruktur penting.

Kemitraan itu dilakukan dengan mendukung proyek-proyek yang layak menurut standar perbankan melalui jasa konsultasi transaksi (transaction advisory services).

Direktur ADB untuk Indonesia Steven Tabor mengatakan PT SMI telah membuktikan kepemimpinannya dalam pembiayaan infrastruktur di Indonesia.

“Menyatukan pengalaman lokal PT SMI dan keahlian global ADB dalam kerja sama pemerintah-swasta ini akan membantu menghasilkan kesepakatan yang lebih baik dan memberikan nilai lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2015).

Kerja sama tersebut tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Steven Tabor dan Emma Sri Martini, Presiden Direktur PT SMI. Kesepakatan itu merupakan wujud kerangka konsultasi pertama antara ADB dan pihak infrastruktur Indonesia.

Sebagai lembaga pemerintah, SMI memainkan peran aktif dalam menghasilkan pembiayaan infrastruktur dan juga dalam menyiapkan proyek infrastruktur serta memberikan layanan konsultasi. SMI juga mendukung agenda pembangunan infrastruktur pemerintah melalui proyek-proyek kerja sama pemerintah swasta (KPS).

Sesuai ketentuan MOU, SMI dan ADB akan menyediakan konsultasi independen bagi seluruh lapisan pemerintah terkait KPS. Kemitraan ini memungkinkan keduanya bekerja sama untuk membantu pemerintah untuk merancang struktur KPS yang menarik bagi sektor swasta dan mengelola proses penawaran KPS selanjutnya.

Kerja sama ini juga akan membantu sektor publik untuk dapat memperkirakan potensi aliran pendapatan dari sebuah proyek, mewujudkan praktik-praktik terbaik internasional bagi KPS, dan membangun kapasitas KPS di seluruh Indonesia.

ADB sudah sejak lama mendukung upaya negara-negara di kawasan Asia untuk meningkatkan kerangka KPS. Pada 1 September 2014, ADB membentuk Kantor Kerjasama Pemerintah-Swasta yang memberi konsultasi transaksi independen mengenai suatu kesepakatan, serta membantu berbagai negara meningkatkan kerangka hukum, regulasi, dan pengetahuan KPS-nya.

Sejak saat itu, ADB telah menandatangani mandat konsultasi dengan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Filipina untuk sebagian dari Proyek Jalur Kereta Utara-Selatan senilai US$3,8 miliar, yang merupakan proyek KPS terbesar saat ini yang akan ditenderkan di Filipina. ADB juga telah memulai program penting konsultasi bersama dengan 8 bank pembiayaan proyek global terkemuka.

ADB, yang berbasis di Manila, dikhususkan untuk mengurangi kemiskinan di Asia dan Pasifik melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pertumbuhan yang menjaga kelestarian lingkungan hidup, dan integrasi kawasan. Didirikan pada 1966, ADB dimiliki oleh 67 anggota, 48 di antaranya berada di kawasan Asia dan Pasifik, termasuk Indonesia. Pada 2014, keseluruhan bantuan ADB mencapai US$22,9 miliar, termasuk pembiayaan bersama (cofinancing) senilai US$9,2 miliar.

sumber: http://industri.bisnis.com/read/20150828/45/466691/adb-bantu-smi-percepat-proyek-kps-indonesia

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya