Berita


Adhi Karya Terus Memacu Bisnis Beton

JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk akan menambah sumber produksi bahan baku melalui anak perusahaan PT Adhi Persada Beton dengan pembangunan dua pabrik beton di Jawa pada tahun ini.

Adhi Karya juga menargetkan jadwal operasional pabrik tersebut pada tahun ini juga. Pembangunan pabrik untuk menunjang mass rapid transit (MRT) dan light rail transit (LRT).

Perseroan dengan kode emiten (ADHI) mendapatkan mandat dari pemerintah untuk membangun prasarana kereta api ringan. Mandat itu tertuang dalam Peraturan Presiden 98/2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/LRT terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi.

Menurut pasal 7 Perpres tersebut, nanti pemerintah akan mengalihkan prasarana LRT yang telah dibangun Adhi Karya. Selanjutnya, perusahaan pelat merah itu akan mendapatkan ganti atas semua biaya yang dikeluarkan.

Adhi Karya menganggarkan dana investasi Rp70 miliar untuk membangun dua pabrik tadi. Dana tersebut adalah bagian dari dana belanja modal alias capital expenditure 2016 yakni total sebesar Rp1,1 triliun. Sebagai catatan, dari alokasi belanja modal ini, Adhi Karya menyisihkan Rp404 miliar untuk belanja aset tetap. Termasuk di dalamnya membangun pabrik.

Tahun ini, ADHI berencana mencari pendanaan sebesar Rp770 miliar yang akan digunakan untuk kebutuhan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp1,1 triliun. Direktur Keuangan Adhi Karya Harris Gunawan pernah mengatakan, perseroan terus menggarap pembangunan infrastruktur di Indonesia. Anggaran tersebut diambil dari belanja modal tahun ini sebanyak Rp1,1 triliun.

Lebih lanjut dia menjelaskan, capex untuk pembangunan infrastruktur dibagi atas pendanaan internal sebesar 30 persen. Sementara, sisanya sekitar 70 persen atau senilai Rp770 miliar mengambil kredit dari perbankan. “Kami akan mengambil fasilitas pinjaman perbankan sekitar 70 persen atau kurang lebih Rp770 miliar,” ujarnya.

Tercatat pada pekan lalu, perseroan akan melakukan peminjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Adhi rencananya akan mengantongi Rp500 miliar. Menurut Harris, perseroan telah mengantongi fasilitas pinjaman perbankan sebesar Rp4,5 triliun hingga kuartal I/2016.

Di antaranya berasal dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Eximbank dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Hingga akhir kuartal I/2016 kami sudah memperoleh pinjaman Rp4,5 triliun, khusus dari Bank Jabar Baten kami memperoleh Rp500 miliar dan Eximbank sekitar Rp1 triliun,” ungkapnya.

Sebagai informasi, ADHI membutuhkan cash loan (pinjaman tunai) sebesar Rp5 triliun sebagai modal kerja untuk menggarap Rp25 triliun order book. Perseroan juga tidak terlalu gencar berekspansi tahun ini karena akan lebih fokus ke proyek LRT.

Hingga akhir kuartal I/2016, ADHI telah mengantongi kontrak baru Rp2,3 triliun atau 9,1 persen dari target tahun ini sebesar Rp25,1 triliun.”ADHI tahun ini belum memiliki rencana menerbitkan obligasi. Dalam road map kita belum ada obligasi, tahun depan baru terbitkan obligasi atau MTN,”jelasnya.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Geo Dipa-SMI Kembangkan PLTP Dieng 2019 Dimulai, RS Tipe B Tanjung Selor Selesai 2020 Resmikan RSUD Konawe, Sri Mulyani: Uang Pajak Dikembalikan ke Rakyat PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar