Berita


Angkasa Pura I dan Pelindo I Akan Rilis Obligasi Rp 4 T

Jakarta – Operator 13 bandara di kawasan timur Indonesia, PT Angkasa Pura I berencana menerbitkan obligasi senilai total Rp 3 triliun pada kuartal IV-2016. Dana hasil emisi surat utang tersebut dialokasikan untuk memenuhi biaya ekspansi tahun ini yang mencapai Rp 7 triliun.

Sementara itu, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I kembali menjajaki penerbitan obligasi minimal Rp 1 triliun pada kuartal IV-2016, setelah sebelumnya sukses melangsungkan penerbitan obligasi Rp 1 triliun pada Mei 2016.

Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura I Israwadi mengatakan, perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sesuai rencana, surat utang tersebut terdiri atas obligasi Rp 2,5 triliun dan sukuk Rp 500 miliar.

“Kami memulai prosesnya awal September ini dan target dana hasil obligasi diraih pada kuartal IV-2016,” jelas Israwadi kepada Investor Daily di Jakarta, Jumat (2/9).

Israwadi menegaskan, aksi korporasi ini bakal menjadi penerbitan pertama obligasi Angkasa Pura I. Kemarin, perseroan telah melakukan mini ekspos di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan mempertimbangkan penerbitan obligasi lantaran cukup besarnya kebutuhan ekspansi untuk pengembangan lima bandara tahun ini yang diperkirakan sekitar Rp 7 triliun.

Dana hasil obligasi bakal melengkapi pinjaman bank yang sebelumnya telah dikantongi perseroan. Agustus lalu, Angkasa Pura mendapatkan pinjaman senilai total Rp 4 triliun. Rincian sindikasi tersebut meliputi PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp 1,35 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 1 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 800 miliar, Indonesia Infrastruktur Finance (IIF) sebesar Rp 500 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 350 miliar.

Adapun total kebutuhan ekspansi perseroan untuk lima bandara selama periode 2016-2020 mencapai Rp 25 triliun. Rinciannya, Bandara Ahmad Yani Semarang, membutuhkan investasi sebesar Rp2,1 triliun, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Rp 2,3 triliun, Bandara Baru Yogyakarta Rp 9,3 triliun, Terminal 3 Bandara Juanda Surabaya Rp 9,1 triliun, dan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar senilai Rp 3,6 triliun.

“Kami melihat BUMN lain seperti Angkasa Pura II telah sukses menerbitkan obligasi tahun ini. Kami juga berharap nanti bisa disambut positif oleh pasar,” kata Israwadi.

Pelindo I
Aksi penerbitan obligasi Angkasa Pura I bakal menambah daftar BUMN non-listed, yang melangsungkan penerbitan surat utang untuk pertama kali tahun ini. Sebelumnya, Pelindo I merilis obligasi Rp 1 triliun yang terdiri atas enam seri pada Mei 2016. Ketika itu, kupon surat utang yang ditawarkan sekitar 8,25%-9,5%.

Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dan PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch) untuk Obligasi I Pelindo I Gerbang Nusantara 2016 itu yakni AA. PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin emisi.

Secara terpisah, Sekretaris Perusahaan Pelindo I Muhammad Eriansyah mengatakan, perseroan tengah mempertimbangkan periode yang tepat untuk kembali menerbitkan obligasi. “Karena kebutuhan pendanaan tahun depan masih cukup besar, jadi kemungkinan ada lagi pendanaan yang kami siapkan tahun ini,” kata dia, kemarin.

Dengan mempertahankan kinerja yang positif, lanjutnya, perseroan optimistis penerbitan obligasi kedua nanti dapat sukses seperti sebelumnya yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga tujuh kali.

Sebelumnya, Direktur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana mengatakan, selain dari surat utang, perseroan juga mengkaji untuk menggalang dana melalui penerbitan reksadana penyertaan terbatas (RDPT) secara bertahap sekitar Rp 4,6 triliun untuk mendanai tiga proyek utama perseroan.

Pelindo I ini berencana menggandeng, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Mandiri Manajeman Investasi dan PT Danareksa Investment Managemant dalam proses penerbitan.

Menurut dia, penerbitan RDPT akan dilakukan oleh tiga anak usaha yang menggarap tiga proyek prioritas. Aksi penerbitan RDPT merupakan salah satu strategi perseroan memanfaatkan besarnya potensi dana repatriasi dari para peserta pengampunan pajak (tax amnesty).

Saat ini, PT Prima Multi Terminal yang menggarap Pelabuhan Kuala Tanjung membutuhkan dana Rp 600 miliar. PT PT Prima Terminal Petikemas yang membangun Terminal Belawan membutuhkan dana sekitar Rp 1 triliun. Lalu, Pelindo juga membutuhkan sekitar Rp 3 triliun untuk membangun kawasan industri di Kuala Tanjung dari nilai proyek Rp 11 triliun.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya