Berita


Bangun LRT Palembang, Waskita Karya Dapat Pembiayaan Sindikasi Rp 4,59 Triliun

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk merupakan kontraktor yang ditunjuk pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan Proyek Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) Palembang.

Untuk kelancaran proyek tersebut, Waskita Karya memperoleh pembiayaan dari sindikasi enam bank dan lembaga keuangan senilai Rp 4,59 trilliun.

Adapun keenam anggota sindikasi tersebut antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk , PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk , The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU), PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), Bank Pembangunan Daerah Sumsel-Babel, dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB).

Pada pembiayaan ini, BNI berlaku sebagai Original Mandated Lead Arranger & Book Runner, dan BTMU sebagai Mandated Lead Arranger.

Adapun BRI, PT SMI dan bank bjb sebagai Arranger, dan Bank Sumsel Babel sebagai partisipan. Dalam kesepakatan tersebut BNI memberikan komitmen senilai Rp 1,99 triliun, BTMU Rp 750 miliar.

Kemudian PT SMI, BRI, Bank BJB masing-masing Rp 500 miliar, serta Bank BPD Sumsel-Babel sebesar Rp 350 miliar.

Direktur Bisnis Korporasi BNI Herry Sidharta mengatakan, dukungan BNI dalam kredit sindikasi ini merupakan salah satu bentuk dukungan riil terhadap percepatan pembangunan proyek infrastruktur.

Pembangunan LRT ini dalam jangka pendek akan memberikan manfaat terhadap kelengkapan infrastruktur yang digunakan selama Pesta Olahraga Se-Asia alias Asian Games 2018.

Adapun dalam jangka panjang, LRT tersebut akan mempermudah mobilisasi masyarakat Palembang dan sekitarnya dengan moda transportasi yang lebih nyaman dan lebih terjangkau.

“Pembiayaan proyek LRT di Palembang ini menunjukkan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur terus berlangsung, dan lembaga-lembaga keuangan memberikan dukungan penuh pada seluruh upaya untuk merealisasikan infrastruktur-infrastruktur penting tersebut,” kata Herry dalam keterangan resmi, Jumat (30/9/2016).

Proyek LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer dikerjakan oleh WSKT mulai Oktober 2015 sampai dengan Juni 2018, atau menjelang berlangsungnya Asian Games. Nilai total kontrak proyek tersebut Rp 12,59 triliun.

Berdasarkan Perpres 116/2015 jaringan LRT terdiri atas lintas pelayanan Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II – Masjid Agung Palembang –Jakabaring Sport City.

Panjang trase 23 kilometer dilengkapi dengan 13 (tiga belas) stasiun dan 9 (sembilan) sub stasiun,serta memiliki jembatan Sungai Musi dengan bentang sungai 350 meter.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Geo Dipa-SMI Kembangkan PLTP Dieng 2019 Dimulai, RS Tipe B Tanjung Selor Selesai 2020 Resmikan RSUD Konawe, Sri Mulyani: Uang Pajak Dikembalikan ke Rakyat PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar