Berita


Bank Infrastruktur Bisa Wadahi Sindikasi Kredit Perbankan

Jakarta– Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro berharap kehadiran bank infrastruktur akan mendorong keterlibatan perbankan dalam pembiayaan infrastruktur.

“Enggak semua bank mau membiayai infrastruktrur, karena risk appetite-nya belum masuk. Bayangan saya bank infrastruktur ini untuk membangun sindikasi dari perbankan,” kata Bambang dalam Forum Diskusi dengan tema “Bank Infrastruktur, Perlu atau Tidak?” di Jakarta, Kamis, 2 April 2015.

Selama ini perbankan memang telah terlibat pada penyaluran kredit infrastruktur, namun porsi pembiayaannya baru 16,8% dari keseluruhan kredit atau hanya Rp244,8 triliun. Kehadiran bank infrastruktur diharapkan memberi kenyamanan pada bank, sehingga mau terlibat dalam sindikasi pembiayaan infrastruktur.

“Kalau masuk sendiri risikonya besar, mungkin bank juga maju-mundur karena khawatir. Jadi kita harap bank ini menarik untuk swasta maupun daerah,” tambahnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengakui, perbankan tidak dapat memberikan pembiayaan terlalu besar pada infrastruktur karena terkendala masalah likuiditas dan permodalan.

“Bank itu bisnis high regulated semua diatur. Kita hanya boleh kasih kredit institusi 20% dari modal. BMRI modal Rp100 triliun kalau ada PLN mau pinjam hanya bisa pinjaman Rp20 triliun, enggak bisa lebih. Kalau mau itu sindikasi dengan lainnya” kata dia dalam kesempatan yang sama. (*)

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal