Berita


BCA Merasa Tak Cocok Biayai Proyek Infrastruktur

JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) merasa masih belum cocok membiayai proyek-proyek infrastruktur, meskipun telah memiliki pengalaman membiayai infrastruktur jalan tol. Pasalnya, skema pembiayaan infrastruktur sangat berbeda dengan pembiayaan biasa.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, untuk membiayai proyek infrastruktur harus dilihat dari jenis proyeknya terlebih dahulu.
“Jadi kita akan lihat project by project, jangan sampai seperti pertambangan,” kata Jahja di Jakarta, Kamis (5/3/2015).

Jahja menuturkan, skema pembiayaan pada proyek infrastruktur juga berbeda dengan ciri khas perbankan komersial. Di mana, perbankan biasanya lebih kepada pembiayaan jarak pendek, sedangkan infrastruktur membutuhkan pembiayaan dengan jangka panjang.

“Jadi struktur funding kita nggak bisa kasih banyak buat infrastruktur dan jangka panjang. Infrastruktur paling dari obligasi itu bisa lima, delapan atau 10 tahun, itu bisa match, tapi kalau obligasi costnya relatif tinggi, jadi untuk memberi dana murah ke infrastruktur kendala juga,” tutupnya. (mrt)

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya