Berita


BPJT Usul Ada Sumber Alternatif

Badan Pengatur Jalan Tol mengusulkan agar dibuat suatu instrumen keuangan yang dapat digunakan membayar dana talangan pembebasan lahan.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, selama ini dalam pembayaran dana talangan, badan usaha jalan tol meminjam kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

“Jadi, mereka pinjam ke SMI walaupun yang nalangin itu badan usaha seperti Jasa Marga, Waskita,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (7/9).

Menurutnya, kapasitas badan usaha dalam menalangi pembebasan lahan jalan tol sangat terbatas. Terlebih, pengembalian dana talangan itu membutuhkan waktu yang lama.

“BUJT ini tidak bisa besar menalangi pembebasan lahan apalagi prosesnya lama dan ada biaya lainnya,” katanya.

Menurut Herry, berkaitan dengan penalangan pembiayaan lahan ini dapat dibentuk atau dibuat sebuah instrumen produk keuangan dan SMI maupun dana lainnya seperti dana haji, BPJS, dan pensiun dimasukkan dalam instrumen tersebut sebagai talangan pembebasan lahan.

“Bentuknya produk keuangan nantinya bisa dikeluarkan oleh SMI atau LMAN [Lembaga Manajemen Aset Negara]. Ada jangka waktunya dan bisa menalangi pembebasan lahan. Jadi, bisa setahun, 2 tahun jangkanya, biayanya dan bunga,” tuturnya.

Saat ini, usulan tersebut masih didiskusikan agar tak lagi memberatkan BUJT. Dia meyakini, instrumen produk keuangan tersebut dapat mempercepat proses pembebasan lahan dan tidak mengganggu arus kas badan usaha.

“Kalau sesuai aturan, BUJT tetap melaksanakan fungsi menalangi pembebasan lahan, tapi bila ada jumlah yang besar nanti bisa menggunakan instrumen produk ini.”

DIPERCEPAT

Sebelumnya, Direktur Utama PT Waskita Toll Road Herwidiakto berharap supaya proses pengembalian dana talangan kepada badan usaha dari LMAN agar dipercepat.

Pasalnya, lambannya pengembalian dana talangan akan berpengaruh pada arus kas perusahaan. Padahal, dana tersebut akan digulirkan kembali untuk menalangi pembebasan lahan selanjutnya.

“Kalau kinerja LMAN masih seperti yang kemarin ya, pupus harapan lunas dikembalikan. Mestinya harus berubah dari sisi percepatan proses,” ujarnya.

Menurut Herwi, dna talangan yang telah di-gelontorkan perusahaan untuk pembebasan lahan mencapai Rp9,06 triliun.

Tahun lalu, pihaknya menggelontorkan Rp5,80 triliun dan tahun ini Rp3,25 triliun untuk membebaskan lahan tol.

“Hingga pertengahan bulan lalu, total dana talangan yang sudah dikembalikan oleh LMAN baru sekitar Rp 1,20 triliun,” katanya.

Dirut LMAN Rahayu Puspasari menuturkan hingga 5 September 2017, total tagihan yang diajukan kepada LMAN mencapai Rp 12,10 triliun atau 18.594 bidang tanah.

Dari tagihan tersebut telah dikembalikan dana talangan senilai Rp7,6 triliun atau sekitar 63% dari total yang ditagihkan.

 

Bisnis Indonesia - BPJT Usul Ada Sumber Alternatif

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata