Berita


BUMN Pembiayaan Optimistis

JAKARTA — Sejumlah lembaga pembiayaan pelat merah optimistis dapat merealisasikan target sepanjang tahun ini lantaran adanya dukungan penyertaan modal negara dalam APBN-Perubahan 2016.

President Director PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Emma Sri Martini mengungkapkan hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan komitmen pembiayaan sekitar Rp35 triliun dengan realisasi penyaluran atau outstanding mencapai Rp27 triliun.

Dia menjelaskan seluruh penyaluran diarahkan untuk sejumlah proyek strategis nasional, antara lain pengembangan jalan tol, bandara dan proyek energi.

“Proyek-proyek prioritas, sesuai yang di sampaikan Menteri Keuangan yang paling banyak di depan mata kebutuhannya adalah yang tol. Tol Trans Sumatera Trans Jawa sama transportasi lainnya,” ujarnya, pekan lalu.

Emma menyatakan dukungan penyertaan modal negara (PMN) hingga Rp4,1 triliun dalam rancangan APBN-P 2016 yang tinggal menunggu pengesahan bakal berdampak signifikan bagi perseroan dalam merealisasikan target.

Dalam rencana kerja BUMN, katanya, perseroan mengandalkan sejumlah sumber pendanaan. Selain PMN, pihaknya juga meraup pendanaan dari penerbitan surat utang, pinjaman atau hibah, dan sekuritisasi.

“Masih ada gap, nanti kolaborasinya dengan perbankan, dengan private equity, dan project developer.”

Berdasarkan data perseroan, hingga akhir tahun 2015 PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mampu merealisasikan komitmen pembiayaan Rp23,00 triliun dengan outstanding mencapai Rp17,08 triliun. Pada tahun lalu, SMI mampu membiayai sejumlah proyek dengan nilai total mencapai Rp49,23 triliun.

Sementara itu, hingga Mei 2016 SMI telah membukukan komitmen pembiayaan senilai Rp30,08 triliun dengan outstanding Rp20,68 triliun. Pada periode tersebut nilai proyek yang dibiayai mencapai Rp21,86 triliun. Dengan begitu, total nilai proyek yang sudah dibiayai BUMN ini sejak 2012 mencapai Rp118,68 triliun.

Emma menjelaskan sepanjang tahun berjalan sektor yang dominan memeroleh pembiayaan dri SMI adalah transportasi dan energi. Pihaknya juga mendukung pengembangan infrastruktur di daerah melalui fitur pinjaman daerah.

“Untuk infrastruktur sosial, size-nya kan tidak terlalu besar, seperti rumah sakit, irigasi, dan jalan dengan nilai proyek masih Rp200 miliar sampai Rp300 miliar,” ujarnya.

Emma menyatakan ke depan SMI akan terus membangkan pembangunan ekonomi daerah melalui fitur urban infrastructur, selain membiayai sejumlah proyek besar dalam strategi nasional.

Sementara itu, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) meyakini PMN dalam APBN-P 2016 akan menambah daya perseroan dalam menyalurkan pembiayaan bagi pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat.

Direktur Utama Sarana Multigriya Finansial (SMF) Raharjo Adisusanto menuturkan PMN senilai Rp1 triliun akan meningkatkan kapasitas usaha perseroan.

“Jadi, untuk memperkuat struktur modal. Kemudian juga untuk memberi pinjaman-pinjaman kepada perbankan, terutama untuk KPR (kredit pemilikan rumah) program SSB (subsidi selisih bunga) ke depannya,” ujarnya.

Raharjo mengungkapkan sepanjang tahun ini SMF menargetkan penyaluran pinjaman atau pembiayaan hingga Rp4,5 triliun. Menurutnya, penyaluran akan dominan didorong ke sektor perbankan. Hingga pertengahan Juni 2016 pihaknya telah merealisasikan penyaluran pembiayaan lebih dari Rp2 triliun.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya