Berita


Bupati Pasuruan Setuju, Proyek Umbulan yang Tersendat 37 Tahun Akhirnya Berjalan

PASURUAN, KOMPAS.com – Sempat tersendat selama 37 tahun, kelanjutan pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Sumber Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur akhirnya menemui titik terang.

Hal itu, setelah Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menyetujui mega proyek tersebut.

Irsyad sebelumnya menolak proyek yang diperkirakan akan menghabiskan anggaran sebanyak Rp 1,8 triliun itu. Sebab ada berbagai perjanjian yang dianggap merugikan Kabupaten Pasuruan.

Salah satunya adalah adanya keharusan invetasi sebesar Rp 256 miliar untuk membangun jaringan pipa yang akan mengalirkan air ke sejumlah daerah yang ada di Kabupaten Pasuruan.

“Kita keberatan karena PDAM kita belum sehat. Selain itu, APBD untuk mengeluarkan anggran itu sudah tidak mungkin,” katanya saat ditemui di Pendopo Kabupaten Pasuruan, Jumat (24/6/2016) malam.

Keberatan itu lantas direspons oleh pemerintah pusat dalam Rapat Koordinasi tentang Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) pada Rabu (22/6/2016).

Dalam rapat yang dihadiri lintas kementerian itu disepakati investasi sebanyak Rp 256 miliar itu tidak hanya dibebankan pada APBD Kabupaten Pasuruan. Melainkan dibagi sharing dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.

“Keberatan ini direspons bahwa akhirnya solusinya yang diusulkan oleh pak Gubernur (Soekarwo), angka Rp 256 miliar akan dishare oleh APBN, APBD Provinsi dan APBD,” jelasnya.

Keberatan yang juga sudah diakomodasi oleh pemerintah pusat adalah terkait dengan prosentase penjualan air PDAM sebanyak 410 liter perdetik yang didapat Kabupaten Pasuruan dari proyek tersebut.

Sebelumnya, pemerintah pusat meminta prosentase penjualan 70 persen untuk sambungan rumah tangga dan 30 persen untuk industri. Namun bupati meminta prosentase penjualan sebanyak 50 – 50 persen karena di Kabupaten Pasuruan memiliki banyak industri.

Keberatan berikutnya adalah terkait adanya desa diatas Sumber Umbulan yang sering mengalami kekeringan. Dari catatan Bupati, ada 23 desa di tujuh kecamatan yang biasanya mengalami kekeringan saat musim kemarau.

“Saya sampaikan, akhirnya juga disepakati melalui Kementerian PU akan dibantu membangun SPAM kecamatan melalui DAK,” jelasnya.

Selanjutnya, Bupati Pasuruan akan membawa hasil kesepakatan itu ke Gedung DPRD setempat untuk mendapatkan persetujuan. “Tinggal saya sekarang konsultasi dengan DPRD,” katanya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan mengatakan, dengan adanya kesepakatan seperti itu, kemungkinan besar DPRD juga ikut menyetujui proyek tersebut.

“Kalau investasi Rp 256 miliar itu di-share, enteng lah,” ungkapnya.

Informasi saja, pemerintah pusat menjadikan pembangunan proyek SPAM Umbulan sebagai prioritas. Rencananya, proyek itu akan mengalirkan air ke lima daerah yang ada di Jawa Timur. Diantaranya Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai Setelah LRT Jabodebek, Ini Proyek Kerjasama Kemenhub dengan SMI