Berita


Daerah Nikmati Pembiayaan Infrastruktur

KOMPAS– Inovasi pembiayaan infrastruktur telah dirasakan oleh daerah. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak lagi terbebani pembiayaan sejumlah proyek karena swasta telah memasuki pembiayaan sejumlah infrastruktur. Beberapa masalah di daerah bisa tertangani dengan model- model pembiayaan yang melibatkan swasta.

“Saat ini, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sedang dalam proses antara kami di Kementerian Keuangan dengan DPR untuk dijadikan semacam Bank Infrastruktur di Indonesia. Dengan proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Gorontalo ini, kita melihat contoh kalau kita mempunyai lembaga pembiayaan yang baik, yang memang sanggup mendukung pembangunan infrastruktur oleh pihak swasta, maka salah satu masalah di Gorontalo yaitu kekurangan listrik bisa ditangani sekitar 30 persen,” kata Menteri Keuangan Bambang P Soemantri Brodjonegoro saat meninjau PLTU Molotabu di Gorontalo, Kamis (14/5).

Bambang menambahkan, ke depan, PT SMI dengan dukungan pemerintah akan meningkatkan aktivitas di Gorontalo. Dengan demikian, elektrifikasi di wilayah itu bisa mencapai 100 persen sehingga tidak ada gangguan listrik lagi.

Selain itu, yang lebih penting, listrik di Gorontalo harus didukung pasokan energi primer yang murah dan efisien, serta mendukung energi baru terbarukan. Sementara itu, Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini menjelaskan, nilai proyek PLTU Molotabu sebesar 40 juta dollar AS. Dalam proyek ini, PT SMI ikut mendanai 28 juta dollar AS.

Pembangkit dengan kekuatan dua kali 10,5 megawatt (MW) ini mampu menerangi sekitar 300.000 warga. Proyek ini dimulai pada September 2014. Pembangkit tersebut mempunyai kontribusi sekitar 25 persen dari beban puncak di Gorontalo. PT SMI berperan sebagai katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Ketua Komisi XI DPR Fadel Muhammad yang hadir dalam kunjungan kemarin dengan tegas mendukung pembentukan Bank Infrastruktur. Alasannya, berbagai proyek infrastruktur di Indonesia membutuhkan pendanaan dalam jumlah besar. Fadel juga berharap pembiayaan infrastruktur terus dilakukan, terutama untuk proyek-proyek di daerah. Selain proyek PLTU Molotabu. PT SMI juga membiayai pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Prof H Aloei Saboe, sebagai pembiayaan infrastruktur sosial. Rumah sakit ini telah ditetapkan sebagai badan layanan umum daerah (BLUD) pada tahun 2009 dan telah melayani 54.000 pasien pada tahun lalu.

Dalam diskusi mengenai Bank Infrastruktur (Kompas, 4/4), pemerintah menggagas Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia dengan embrio PT SMI. Kapasitas modal PT SMI ditingkatkan dengan menggabungkan PT Pusat Investasi Pemerintah ke dalam PT SMI. (MAR)

Sumber Kompas Cetak dan dapat juga dilihat pada: http://print.kompas.com/baca/2015/05/15/Daerah-Nikmati-Pembiayaan-Infrastruktur

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Geo Dipa-SMI Kembangkan PLTP Dieng 2019 Dimulai, RS Tipe B Tanjung Selor Selesai 2020 Resmikan RSUD Konawe, Sri Mulyani: Uang Pajak Dikembalikan ke Rakyat PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar