Berita


DANA TALANGAN LAHAN: SMI Beri Pinjaman Rp8,7 triliun

Bisnis.com, JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur menyalurkan pinjaman korporasi senilai Rp8,7 triliun kepada tiga badan usaha milik negara di sektor jalan tol dan konstruksi untuk menalangi biaya pengadaan lahan jalan tol tahun ini.

Ketiga BUMN itu, yakni PT Jasa Mar ga Tbk. (JSMR), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), dan PT Hutama Karya. Direktur Pembiayaan dan Investasi PT Sarana Multi Infrastruktur Edwin Syahruzad mengatakan, hingga kini pihaknya telah memproses pinjaman kor porasi untuk ketiga perusahaan pelat merah tersebut. Perinciannya, Hutama Karya mendapat pinjaman Rp1,8 triliun, WSKT sekitar Rp3,5 triliun, dan JSMR sekitar Rp3,4 triliun.

“SMI menyediakan fasilitas yang menjembatani kebutuhan yang sudah mendesak oleh BUJT . SMI atas dasar amandemen PPJT antara BUJT dan pemerintah,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (16/5).

Menurutnya, pinjaman korporasi yang disalurkan kepada tiga BUMN tersebut difungsikan khusus untuk lahan, tidak untuk investasi jalan tol. Dana tersebut seluruhnya disalurkan ke induk perusahaan, yang nantinya ada yang diteruskan ke anak usaha, seperti PT Waskita Tollroad.

Edwin menuturkan SMI bersedia menyalurkan pinjaman kepada tiga badan usaha tersebut mengingat banyaknya konsesi tol yang dimiliki bila dibandingkan dengan badan usaha lainnya.

Selain BUMN, sejauh ini belum ada badan usaha lainnya yang mengajukan pinjaman untuk lahan ke SMI. Ketika ditanya mengenai besaran bunga pinjaman, dia menjelaskan bahwa SMI tetap memberikan margin 1% dari bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) meskipun dana talangan badan usaha nantinya hanya diganti oleh pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dengan bunga senilai BI Rate.

“Kami memberikan pinjaman kepada korporasi, bukan project. Korporasi kan kita ada internal rating system, ada kewajaran dalam melakukan pricing yang tentunya disesuaikan dengan tenor,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun besaran bunga yang dibebankan kepada BUJT itu lebih besar ketimbang BI Rate, tetapi manfaat yang akan dirasakan oleh ketiga investor jalan tol itu diyakini akan lebih besar. Pasalnya, progres pembebasan lahan kerap menjadi salah satu prasyarat yang ditetapkan lembaga pembiayaan sebelum mencairkan pinjaman kepada BUJT.

Selain itu, dengan melancarkan proses pembayaran lahan, badan usaha juga sekaligus mengurangi risiko proyek mangkrak. Dengan demikian, biaya konstruksi yang dikeluarkan diyakini akan lebih efisien.

Marginal benefit-nya lebih banyak daripada marginal cost-nya. Kami juga sebagai lender di TransSumatra juga berkepentingan atas penyelesaian tanah karena itu juga akan berdampak pada percepatan pencairan pinjaman,” tambahnya.

TRANS-SUMATRA

Sebelumnya, SMI telah mengucurkan pinjaman senilai total Rp1,72 triliun untuk proyek jalan tol Trans-Sumatra dengan perincian Rp481 miliar untuk ruas Medan—Binjai dan Rp1,24 triliun untuk Palembang—Indralaya. Untuk mencairkan pinjaman itu, SMI mensyaratkan lahan yang tersedia minimal satu seksi gate to gate atau 75% secara keseluruhan.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama JSMR Adityawarman mengatakan, pihaknya meng alo – kasikan dana senilai Rp3,9 triliun untuk menalangi pengadaan lahan seluruh ruas tol yang konsesinya dimilikinya, antara lain Surabaya— Kertosono, Gempol—Pasuruan, Sema rang—Solo, Solo—Ngawi, Ngawi—Kertosono, Cinere—Serpong.

“Kami lihat yang siap bayar sudah cukup tinggi. Jadi kami optimistis. Kami bisa dapat pinjaman untuk ini karena ada janji pemerintah. Kami inginnya antara kami dan pemerintah jadi satu tim,” ujarnya.

Adit memerinci dari dana senilai Rp3,9 triliun untuk menalangi lahan, pihaknya mendapat pinjaman dari SMI senilai Rp2,4 triliun. Sementara itu, sisanya Rp1,5 triliun berasal dari ekuitas perseroan.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya