Berita


Financial Closing LRT Jabodebek Bakal Diteken Hari Ini

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memastikan komitmen pembiayaan akhir (financial closing) proyek kereta api ringan (Light Rapid Transit/LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang (Jabodebek) bakal diteken pada 27 Desember 2017.

Artinya, jadwal itu mundur dari rencana semula yakni pada 21 Desember 2017. LRT Jabodebek pun diperkirakan bakal mulai beroperasi pada April 2019.

“Jadi semua sudah selesai (persiapan financial closing LRT Jabodebek), mudah-mudahan tanggal 27 Desember sore, kita akan tanda tangan,” ujar Luhut kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/12).

Pembiayaan proyek LRT Jabodebek rencananya bakal melibatkan sejumlah bank BUMN dan bank swasta, serta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Luhut memastikan, nilai proyek LRT Jabodebek tetap sebesar Rp29,9 triliun.

“Semua sudah pasti, tak ada lagi perubahan. Nilai investasinya tetap Rp29,9 triliun,” tegas dia.

Dengan demikian, perbankan dan SMI diperkirakan bakal menyalurkan pinjaman Rp18,1 triliun untuk proyek tersebut melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI) selaku investor utama. Adapun selain perbankan, pembiayaan proyek akan berasal dari PMN kepada KAI sebesar Rp7,6 triliun dan Adhi Karya Rp1,4 triliun. Di samping itu, ada pula dana perolehan right issue Adhi Karya sebesar Rp4,2 triliun.

Selain mengucurkan PMN, pemerintah rencananya akan mengucurkan subsidi melalui harga tiket berkisar Rp1 triliun hingga Rp1,2 triliun per tahun. Total subsidi tersebut selama 12 tahun, diperkirakan mencapai Rp14 triliun. Dengan demikian, total anggaran yang dikucurkan untuk proyek ini akan mencapai Rp23 trilun.

Proyek ini rencananya, menurut Luhut bakal beroperasi pada April 2017. Adapun harga tiket LRT Jabodebek akan ditetapkan sebesar Rp12 ribu.

 

Link

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal