Berita


Gelontorkan Rp 7,7 Triliun untuk Tol Solo-Ngawi-Kertosono

JAKARTA – Anggaran kini bukan lagi masalah dalam pembangunan tol trans-Jawa ruas Solo-Ngawi-Kertosono. Sebba, tiga bank BUMN sepakat mengalokasikan kredit sindikasi kepada PT Solo Ngawi Jaya dan PT Ngawi Kertosono Jaya.

Tiga bank itu ialah Mandiri, BNI dan BRI. Total kredit sindikasi mencapai Rp 7,7 triliun. Kredit akan disalurkan bersama Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Eximbank, Bank Jateng, Bank Jatim, dan Bank DIY.

Kredit tersebut meliputi 70 persen dari total investasi kedua ruas tol sebesar Rp 6,2 triliun. Corporate Secretary BRI Hari Siaga menyebutkan, kredit dibagi menjadi dua. Kredit proyek tol Solo-Mantingan-Ngawi dialokasikan Rp 4,37 triliun.

Sementara itu, kredit untuk tol Ngawi-Kertosono mencapai Rp 3,37 triliun. Tenor kredit 15 tahun dengan bunga 4,75 persen selama masa konstruksi serta 4,5 persen selama masa operasi.

Bank Mandiri, BNI, dan BRI masing-masing memberikan porsi kredit 24,87 persen. Dengan demikian, maksimal kredit pada proyek tol Solo-Mantingan-Ngawi masing-masing Rp 1,08 triliun.

Untuk proyek tol Ngawi-Kertosono, ketiga bank menyiapkan porsi kredit masing-masing Rp 838 miliar.

Senior EVP Corporate Banking Bank Mandiri Alexandra Askandar menegaskan, alokasi kredit tersebut menunjukkan komitmen perbankan dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Tahun ini, kredit sindikasi Bank Mandiri diproyeksikan meningkat sepuluh persen.

Selain infrastruktur jalan tol, tutur Alexandra, pembiayaan sindikasi diberikan pada sektor migas, tambang, properti, pupuk, perkebunan, semen, dan telekomunikasi.

Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,10 kilometer dan tol Ngawi-Kertosono 87,02 kilometer adalah bagian dari tol trans-Jawa yang menghubungkan Banten hingga Jawa Timur. Ruas tol Solo-Ngawi-Kertosono ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada April 2017.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata