Berita


IIF Bidik 4 Proyek

JAKARTA— PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) di sisa tahun ini menargetkan membiayai empat proyek senilai Rp1,3 triliun.

Sukatmo Padmosukarso, Direktur Utama IIF, menjelaskan proyek yang akan dibiayai oleh perusahaan yang merupakan anak usaha PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) ini terdiri dari lapangan terbang, pelabuhan, serta pipa gas dan pembangkit listrik independen di Batam. “Sekarang disburse kami baru Rp1,5 triliun,” tuturnya, pekan lalu.

Menurutnya, dari Rp1,5 triliun yang sudah dicairkan, disalurkan ke 10 proyek yang antara lain terdiri dari jalan tol, pembangkit listrik mandiri, bandar udara hingga pelabuhan. Sementara untuk modal IIF sendiri baru Rp1,8 triliun dan direncanakan meningkat menjadi Rp2 triliun di akhir tahun ini.
“Penambahan modal ini harus, karena ada aturan perusahaan pembiayaan infrastruktur modal minimalnya Rp2 triliun dalam 5 tahun,” jelasnya.

Sementara untuk menutupi kekurangan dana dalam melakukan pembiayaan, IIF sudah mencairkan pinjaman dari Bank Dunia dan IDB masing-masing sebesar US$$100 juta. “Diberikan melalui SMI, ini dijamin oleh negara,” jelasnya.

Menurut Sukatmo, pinjaman dari lembaga internasional ini sudah ditarik seluruhnya dan hanya tinggal US$10 juta yang belum dicairkan.

Selain itu untuk memenuhi pembiayaan infrastruktur, pihaknya juga melakukan pinjaman ke bank komersial internasional yang dikoordinasikan oleh International Finance Corporation (IFC) senilai US$250 juta. Diperkirakan dana ini baru akan cair pada tahun depan.

Pinjaman dengan tenor lima tahun ini terdiri dari US$50 juta berasal dari komitmen IFC. Sementara, Deutsche Bank dan Stanchart masing-masing akan mengucurkan US$ 20 juta. Sejumlah bank lain yang masuk dalam konsorsium tersebut adalah bank asal Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan Eropa.

Tambahan dana ini, menurut Sukatmo, akan digunakan IIF untuk membiayai pembangunan bandara serta pelabuhan, proyek pembangkit listrik tenaga air, jaringan pipa gas, jaringan transportasi, serta peningkatan sarana air minum melalui kerja sama dengan sejumlah perusahaan daerah air minum. (Anggara Pernando)

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya