Berita


KA Ekspress Bandara Akan Melalui Gambir

Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko mengatakan bahwa akan ada  revisi teknis terkait rencana pembangunan jalur kereta api ekspres bandara. Hal ini mengikuti arahan Presiden Joko Widodo untuk mengubah jalur, agar anggaran yang dibutuhkan tidak terlalu besar.

Sesuai dengan arahan Presiden, paparnya, jalur kereta api ekspres yang sebelumnya melalui Dukuh Atas dan Tanah Abang dialihkan melalui Stasiun Gambir dan Stasiun Kota yang kini sudah ada jalur kereta melayang.

Menhub Ignasius Jonan kemudian menginstruksikan Ditjen Perkeretapian mengubah desain jalur kereta ekspres menjadi melewati Gambir dan Kota kemudian mengarah ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

Oleh karena itu, Hermanto menegaskan pihaknya akan berkonsultasi dengan PT SMI sebagai penyusun dokumen teknis dan tender yang akan ditawarkan kepada pihak swasta. “Dengan begitu akan terjadi penghematan di bandingkan desain semula,” tuturnya.

Dia menyatakan manajemen SMI akan menindaklanjuti perubahan itu dengan menyusun desain baru jalur kereta ekspres melewati beberapa lokasi yang dikehendaki Presiden.Namun, dia menegaskan pihaknya belum mengetahui kapan penyusunan desain baru bisa diselesaikan dan kapan pelaksanaannya bisa dilakukan.

 

PERAN SWASTA

Ahli transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Dharmaningtyas menilai pembiayaan proyek kereta ekspres sangat mungkin dilakukan oleh pihak swasta.

Bila proyek kereta ekspres itu dibiayai swasta, imbuhnya, konsekuensinya tarif kereta akan lebih tinggi lantaran pihak swasta ingin segera mencapai titik impas atau balik modal. Dia menyarankan pemerintah tetap berperan dalam proyek kereta ekspres bandara tersebut.

Caranya, Darmaningtyas menyarankan pemerintah meminta kepada bank BUMN untuk mengucurkan pinjaman kepada pihak swasta yang akan melakukan pembangunan proyek, dengan jangka waktu pembayaran cicilan yang lebih panjang.“Minimal cicilan bisa mulai dilakukan dua tahun setelah kereta ber operasi sehingga tidak membebankan investor di tahun-tahun awal,” katanya.

Menurutnya, pemerintah harus mengambil peran karena penggunaan transportasi berbasis kereta dipercaya mampu mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi. “Jika peran itu tidak diambil, maka kemacetan di kota Jakarta tidak akan mengalami perubahan yang berarti,” imbuhnya.

 

Sumber: Bisnis Indonesia 4 Juni 2015 hal 31

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata