Berita


KAI Siap Terlibat Proyek Kereta Ekspres Bandara

JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia berkomitmen terlibat dalam operasional kereta api ekspres Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Halim Perdanakusuma jika ditugaskan oleh pemerintah.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro mengatakan pihaknya diminta pemerintah untuk turut berpartisipasi dalam menggarap proyek pembangunan maupun operasional kereta api (KA) ekspres yang menghubungkan Halim dan Soekarno-Hatta walaupun ada revisi trase melewati Stasiun Gambir dan Jakarta Kota. “Kami kalau diberi penugasan untuk mengerjakan KA yang elevated ke bandara itu kami siap. Tapi walaupun tidak diberi [penugasan], kami pun siap untuk mengerjakannya,” katanya, Jumat (19/6).

Sejauh ini, dia menjelaskan PT KAI berkomunikasi dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk merumuskan keikutsertaan dalam proyek KA ekspres bandara.

Menurutnya, pihaknya tengah melakukan perhitungan perihal kelayakan investasi pembangunan KA ekspres tersebut. Edi menambahkan pengerjaan proyek KA ekspres bandara tidak akan lebih cepat dari KA Bandara Soekarno-Hatta ke Manggarai dengan konsep melalui jalur eksisting. Jalur eksisting itu yaitu Soekarno-Hatta, Batu Ceper, Duri, Tanah Abang, Sudirman, Manggarai. “Itu kami targetkan tahun depan sudah operasi, sementara untuk yang ekspres saya perkirakan [proyek] baru mulai dua sampai tiga tahun ke depan,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwiatmoko sebelumnya menyatakan ada perubahan desain KA ekspres Soekarno-Hatta menuju Halim dari yang sebelumnya melewati Dukuh Atas dan Tanah Abang menjadi melewati Gambir dan Jakarta Kota.

Revisi desain itu bermula dari pemaparan mengenai rencana pembangunan jalur kereta itu di hadapan Presiden Joko Widodo. “Presiden bilang anggarannya terlalu besar hal inilah yang menyebabkan kita harus mengubah desainnya melewati trase lain sehingga biaya tidak besar,” ungkapnya.

Hermanto menjelaskan jalur Stasiun Gambir dan Jakarta Kota sudah tersedia lintas KA melayang sehingga proyek itu tidak perlu membangun jalur baru. Rencananya, revisi desain itu akan di konsultasikan ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai penyusun dokumen teknis dan tender yang akan ditawarkan ke pihak swasta. “Kami belum tahu pasti kapan penyusunan desain bisa diselesaikan dan pelaksanaannya bisa dilakukan. Dan kami juga belum mengetahui apakah skemanya tetap kerja sama dengan swasta, swasta murni atau dibiayai negara,” ucapnya. Bisnis mencatat Menhub Ignasius Jonan berencana menjadikan PT KAI sebagai strategic partner dalam pengoperasian KA ekspres Bandara Halim-Cengkareng yang akan ditenderkan setelah peraturan pemerintah perihal special treatment

diterbitkan.  (M.G. Noviarizal Fernandez)

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal