Berita


Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi

Perwakilan dari kantor Sekretariat Wakil Presiden, tiga Kementerian dan tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah mengunjungi proyek panas Bumi Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP), belum lama ini.

Kedatangan mereka untuk mempelajari perkembangan proyek yang kini tengah bersiap untuk menghubungkan listrik ke wilayah Mandailing Natal (Madina) dan sekitarnya.

Demikian disampaikan Corporate Comunication Coordinator PT SMCJP. Syahrini Nuryanti kepada sejumlah wartawan yang bertugas di Madina baru-baru ini.

Dijelaskan, Kementerian yang turut serta antara lain Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian yang diwakili oleh Asisten Deputi Infrastruktur Energi, Kementerian Keuangan yang diwakili oleh Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, Brahmantio Isdijoso, dan Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral yang diwakili oleh Kepala Sub Direktorat Pengawasan Panas Bunu. EBTKE, Budi Herdiyanto.
Perwakilan BUMN yang hadir adalah Kepala Divisi Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Zulfi-kar. Presiden Direktur PT Cieodipa Energi (Persero), Riki F Ibrahim, dan Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan PT SMI (Persero), Adi Pranasatrya.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengawasan terhadap kegiatan proyek panas Bumi yang berada di Madina. Sehari
sebelumnya, manajemen PT SMGP juga melakukan presentasi perkembangan proyek di hadapan para tamu, termasuk dalam presentasi rencana PT.SMGP menghubungkan listrik ke jaringan PT PLN (Persero) tahun ini.

“Kunjungan ini merupakan kesempatan yang baik bagi kami (PT SMGP) untuk menunjukan kepada pemerintah dan perwakilan dari kalangan industri seberapa jauh perkembangan yang telah terjadi di Sorik Marapi,” ungkap Syahrini.

Dalam dua tahun terakhir sejak KS Orka mengambil alih saham mayoritas PT S MC i P. proyek telah mengalami kemajuan yang pesat dengan menyelesaikan tahapan eksplorasi dan mengkonfirmasi keberadaan sekitar 50 MVV cadangan Panas Bumi di arca konsesi Sorik Marapi.

Tahun ini PT SMCJP berencana untuk menghubungkan listrik ke jaringan PLN sebesar minimal 15 MVV. Rencana ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kinerja jaringan listrik di Kabupaten Madina dan sekitarnya

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai