Berita


Lebaran Ini Jalan Tol Solo-Ngawi Dioperasikan Terbatas

SOLO, (PR).- Sebagian dari proyek jalan tol Solo-Ngawi di ruas antara Kota Solo dengan Sragen sepanjang sekira 25 kilometer akan dioperasikan pada lebaran nanti. Pengoperasian infrastruktur jalan yang pembangunannya belum selesai sepenuhnya itu, bertujuan untuk mengurangi beban lalu lintas di dalam Kota Solo yang rawan kemacetan.

Direktur Utama (Dirut) PT Solo – Ngawi Jaya, David Wijayatmo, mengungkapkan hal itu kepada wartawan, di sela rapat koordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkot Solo, Ditjen Bina Marga, Satlantas Polri dan lain-lain, di Solo Paragon, Selasa, 7 Juni 2016.

“Proses pembangunan ruas jalan tol itu memang baru sekitar 85 persen dan ada yang 35 persen. Tetapi konstruksi jalan sudah bisa dilewati sebagai jalur alternatif mudik lebaran secara terbatas,” ujarnya.

Ruas jalan tol yang sebagian menggunakan konstruksi beton cor itu, menurut David, dibatasi hanya dilewati mobil berukuran kecil dan bukan bus atau truk. Sedangkan kecepatan semua kendaraan yang melintas juga dibatasi antara 40 – 60 kilometer per jam dan ruas jalan tol itu hanya dibuka siang hari antara pukul 06.00 – 18.00.

“Pembatasan itu disebabkan pada ruas jalan tol tersebut masih ada bangunan darurat dan belum ada lampu penerangan jalan. Namun demi keselamatan pengguna jalan, ruas jalan tol akan dilengkapi rambu-rambu. Petugas Polri maupun Bina Marga juga akan patroli dan untuk mengantisipasi kecelakaan kami menyiapkan derek dan rumah sakit,” jelasnya.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishukominfo, Baskoro, menambahkan, dalam mengkoordinasikan jalur mudik Lebaran 2016, penggunaan ruas jalan tol itu diperkirakan akan mengurangi beban lalu lintas dalam Kota Solo sekitar 20 persen. Berdasarkan data traffic counting musim mudik lebaran 2015, Dishubkominfo mencatat, jumlah mobil yang masuk Kota Solo berkisar 700.000-an.

“Saat itu beban jalan dalam kota sangat besar sehingga rawan macet. Dengan dioperasikannya ruas jalan tol Solo – Sragen, kendaraan kecil yang melintas Kota Solo pada siang dapat dialihkan ke jalur alternatif tersebut,” tuturnya.

Baskoro mengakui, proyek jalan tol Solo – Mantingan – Ngawi memang belum selesai, sehingga ruas Solo – Sragen tersebut belum dapat dilintasi pada malam hari karena belum ada penerangan. Namun pada siang hari ruas jalan tol tersebut aman, karena Dishubkominfo akan segera memasang rambu-rambu di tempat rawan kecelakaan.

Rencananya, mobil-mobil selain bus dan truk ke Jawa Timur akan diarahkan ke jalan tol lewat pintu tol Klodran. Kemudian, pintu keluar berada di Desa Pungkruk, Sragen, yang berjarak 25 kilometer dari pintu tol Klodran. Meskipun ada petugas yang ditempatkan di pintu tol, kata Baskoro, semua kendaraan yang lewat tetap gratis. Pengoperasian jalan tol akan dimulai pada H-7 sebelum lebaran atau 29 Mei 2016 sampai H+7.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya