Berita


Megaproyek Umbulan Mulai Dikerjakan

JawaPos.com- Kabar baik bagi masyarakat Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Gresik. Setelah lama terkatung-katung, megaproyek transmisi mata air Umbulan di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, mulai menemui titik terang.

Saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim mulai membebaskan empat hektare lahan.Hal itu terungkap saat tim megaproyek Umbulan dari Pemprov Jatim melakukan pembahasan dengan Pemerintah Kota Pasuruan dan Pansus Umbulan.

Menurut Lilik Sholeh, ketua tim lelang Umbulan, megaproyek Umbulan saat ini dikebut. Sebab, debit mata air di Umbulan yang terakhir diukur Juni 2015 sekitar 4 ribu liter per detik itu dinilai mampu menyalurkan air bersih untuk 1,3 juta warga. Terutama di lima daerah yang sudah ditetapkan menjadi jaringan dari transmisi pipa mata air Umbulan. Lima daerah itu Pasuruan, Kota Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

Jika sampai ke Gresik, total pipa yang akan terpasang bisa sepanjang 92 kilometer. Pipa-pipa itu berdiameter 1–2 meter. Karena itulah, megaproyek tersebut masuk ke proyek strategis nasional. Lilik menyatakan, jika diibaratkan, proyek itu seperti proyek jalan nasional yang membentang di jalur nasional.

Lilik tidak hanya memberikan penjelasan. Bersama tim Umbulan Pemprov Jatim, dia juga memutar video tentang kekayaan sumber mata air Umbulan. Selama ini air Umbulan selalu terbuang.

Bahkan, air dari sumber itu dimanfaatkan dengan mubazir, seperti untuk mencuci oleh warga. ”Disebut mubazir lantaran hanya segelintir orang yang menikmati. Sedangkan sisanya terbuang percuma ke lautan,” papar Lilik.

Bukan hanya itu. Dari studi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), di sekitar catchment area Umbulan, yakni 2.300 kilometer persegi, pernah ditemukan adanya lima ribu sumur bor ilegal. Jumlah itu bisa bertambah.

Air Umbulan memang banyak dimanfaatkan untuk irigasi dan PDAM (Kota Surabaya dan Kota Pasuruan). Namun, jika dikalkulasi, lebih banyak air yang terbuang.

Karena itulah, perlu adaanya megaproyek transmisi air Umbulan. Sebab, di sekitar catchment area juga banyak bermunculan tambang sehingga debit air di Umbulan semakin susut.

Rencana megaproyek itu, imbuh Kepala Dinas PU Cipta Karya Pemprov Jatim Gentur Sandjoyo, juga sudah dikaji. Menurut Gentur, air yang dimanfaatkan di Umbulan nanti adalah air tumpahan.

Dengan begitu, tidak menyedot langsung ke mata air. Sebab, akan sangat membahayakan jika disedot secara langsung. Dampak bahayanya, bisa jadi sumber mata air berpindah. Bisa pula ada bakteri yang tidak terdeteksi. ’’Jadi, teknisnya hanya memasang pipa di tumpahan air. Bangunan utama hanya dipagari,’’ beber Gentur.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT SMI Kucurkan Pinjaman Rp 450 Miliar ke Kabupaten Muba 55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya