Berita


Menkeu Singgung Pentingnya Kehadiran Bank Infrastruktur

JAKARTA – ‎Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai, sangat perlu membentuk bank infrastruktur untuk membiayai berbagai proyek yang akan dikerjakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ataupun perusahaan swasta.

“Bank infrastruktur harus hadir, kalau mau membangun infrastruktur, engak semuanya pakai equity sendiri, tapi pasti butuh meminjam bank untuk membiayai,” kata Bambang, Kamis (2/4/2015).
Menurut Bambang, adanya bank infrastruktur juga akan mendorong perbankan nasional ikut membiayai berbagai proyek pembangunan. Sebab, biasanya perbankan dalam mengucurkan pembiayaan untuk infrastruktur tidak mau sendiri tetapi beramai-ramai atau sindikasi.

“Nanti bank lain kan, berani memberikan biaya kalau bersama bank infrastruktur yang tahu segala macam risiko terkait proyek yang akan dibiayainya,” ucapnya.
Selain untuk BUMN dan perusahaan swasta, bank infrastruktur juga dapat memberikan pembiayaan ke Pemerintah Daerah (Pemda) untuk infrastruktur ekonomi dan sosial di wilayahnya. “Itu seperti rumah sakit, pasar dan lainnya,” ujar Bambang.

Dalam membentuk bank infrastruktur, pemerintah akan melebur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yang saat ini masih dalam proses penyatuan. Nantinya, SMI akan memiliki dana Rp 20,3 triliun dari pengalihan aset PIP sebesar Rp 18,3 triliun dan Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 2 triliun.

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Geo Dipa-SMI Kembangkan PLTP Dieng 2019 Dimulai, RS Tipe B Tanjung Selor Selesai 2020 Resmikan RSUD Konawe, Sri Mulyani: Uang Pajak Dikembalikan ke Rakyat PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar