Berita


Nilai Proyek LRT Tahap I Dikoreksi

Nilai proyek pembangunan prasarana kereta api ringan atau light rail transit (LRT) tahap pertama di wilayah Jakarta,Bogor, Depok, dan Bekasi atau Jabodebek dikoreksi sebesar Rp 1,6 triliun.

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk. Budi Harto mengatakan koreksi nilai prasarana LRT Jabodebek senilai Rp 1,6 triliun didapat setelah korporasi bernegosiasi dengan konsultan dari Kementerian Perhubungan. Angka setelah koreksi itu merupakan nilai final untuk prasarana LRT Jabodebek tahap pertama.

“Kemarin ada koreksi Rp 1,6 triliun. Dari Rp23,5 triliun dikurangi Rp 1,6 triliun,” kata Budi, Jakarta, Rabu (21/6). Budi mengungkapkan saat ini perusahaan masih memiliki dana Rp9 triliun hingga Desember 2017 untuk mengerjakan prasarana tahap pertama moda transportasi berbasis rel di Jabodebek itu.

Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Prasetyo Boeditjahjono mengatakan evaluasi nilai proyek itu sedang dilaporkan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk ditetapkan. Terkait dengan besaran nilai proyek setelah dievaluasi, dia belum mau memberitahukannya. “Ini lagi di-assess ke Pak Menteri.”

Di proyek prasarana LRT Jabodebek, PT Kereta Api Indonesia (KAI) bertindak sebagai investor sedangkan Adhi Karya sebagai kontraktor.

Oleh karena itu, paparnya, Kemenhub akan melakukan penandatanganan kontrak dengan KAI. Selanjutnya, KAI akan melakukan tanda-tangan kontrak dengan Adhi Karya.

Menurut Prasetyo, tanda-tangan kontrak kemungkinan terlaksana pada November 2017. Dengan begitu, financial closing bisa didapat sebelum kesepakatan itu.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini mengatakan pihaknya akan melakukan verifikasi terhadap nilai proyek pembangunan prasarana LRT Jabodebek yang telah dikeluarkan oleh konsultan dari Kemenhub pada awal Juli 2017 itu.

SMI juga akan memverifikasi nilai sarana LRT Jabodebek yang akan dibuat. “Kami lagi menyiapkan proyeknya dulu, FS [feasibility study], capex diverifikasi, demand siuvey-nya, subsidinya. Targetnya, tahun ini bisa finantial close,” katanya.

Direktur Logistik dan Pengembangan KAI Budi Noviantoro mengatakan pihaknya akan mengikuti nilai proyek tahap pertama versi pemerintah.

Saat ini, KAI dalam posisi menunggu keputusan pemerintah terkait dengan proyek moda transportasi berbasis rel tersebut. Perusahaan pun terus melakukan persiapan terkait hal tersebut.

Senior Executive Vice President PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Alexandra Askandar mengatakan perubahan nilai proyek LRT Jabodebek tahap pertama diperkirakan tidak akan mempengaruhi porsi penyaluran kredit oleh perseroan yang merupakan pemimpin kredit sindikasi ke proyek tersebut.

“Total pembiayaan tergantung pada project cost, sedangkan porsi pembiayaan Bank Mandiri kemungkinan tidak berubah,” tuturnya kepada Bisnis.

 

Bisnis Indonesia - Nilai Proyek LRT Tahap I Dikoreksi

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata