Berita


OJK Siapkan Regulasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempersiapkan regulasi pendanaan infrastruktur sejalan dengan rencana pemerintah yang gencar melakukan pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Regulasi yang tengah disiapkan yakni infrastructure bond, perpetual bond atau obligasi tanpa masa pelunasan, dan infrastructure fund.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengungkapkan pihaknya dari bidang pasar modal ingin mendorong dan memberikan inovasi untuk pembiayaan. Pasalnya, biaya pembangunan itu cukup besar sehingga pembiayaan dapat didorong oleh pasar modal.

“Jadi untuk pendanaan infrastruktur, kami melihat di beberapa negara berkembang seperti infrastructure bond, perpetual bond, dan infrastructure fund. Kami akan lihat seperti apa peraturannya agar bisa mendukung. Jadi, jika ada hal yang kurang mendukung akan kami sesuaikan,” ujarnya, Selasa (19/7).

Berkaitan dengan pendanaan tersebut, Nurhaida mengungkapkan regulasi terkait infrastructure bond sudah dibuat aturannya dan sudah menjelang rampung.

“Sudah tinggal sedikit lagi, mudah-mudahan cepat. Tadinya harapan kami, di periode yang sekarang sudah selesai. Peraturannya sudah rampung, tinggal penomoran saja,” tambahnya.

Adapun yang masih dalam pembahasan adalah regulasi untuk perpetual bond. Nurhaida mengungkapkan regulasi perpetual bond ini merupakan bentuk lain sekuritisasi. Pasalnya, hingga saat ini perusahaan belum mendapatkan sosialisasi mengenai sekuritisasi sehingga OJK akan mendorong edukasi dan sosialisasi. Untuk sekuritisasi sendiri aturannya sudah ada.

“Ada Efek Beragam Aset [EBA] sebetulnya. Hanya yang lazim digunakan sekuritisasi terhadap tagihan seperti KPR. Sekarang akan kami dorong itu yang jalan tol. Mereka tidak punya tagihan, tetapi ada future cash flow. Itu yang akan disekuritisasi,” ujar Nurhaida.

Menurutnya, hal ini lebih baik dibandingkan dengan menunggu income beberapa tahun. Oleh karena itu, lebih baik pendanaan ditarik di depan dan perusahaan sudah mulai menjual sekarang sehingga dananya dapat digunakan untuk membangun lagi.

Nurhaida menjelaskan, jika pasar modal dapat berkembang signifikan, kebutuhan dana dapat diharapkan dari pasar modal. Nurhaida pun menegaskan yang perlu dilakukan dengan pengalaman yang ada selama ini adalah produk pendanaan dan investor.

“Di satu sisi pertumbuhan investor itu kan berkembang signifikan hampir 100% ya, tapi untuk membangun pembangunan infrastruktur perlu didorong lagi,” paparnya.

Nurhaida menjelaskan, pihaknya tengah membuat kajian tentang investasi dan dalam waktu dekat akan diimplementasikan. Namun, terkait regulasi infrastructure fund, dia mengaku hingga saat ini belum ada pembahasan lebih lanjut.

 

Bisnis Indonesia - OJK Siapkan Regulasi

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata