Berita


Palapa Ring Paket Tengah Dapat Sokongan Dana Rp 975 Miliar

Jakarta – Pembangunan Palapa Ring paket tengah akan terealisasi dalam waktu dekat. Pembangunan jaringan backbone serat optik ini telah mendapatkan pembiayaan.

Pembiayaan Palapa Ring paket tengah dikucurkan oleh sindikasi tiga perusahaan milik negara, yakni PT Indonesia Infrastructure Finance (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan total dana Rp 975 miliar.

Dengan telah terpenuhinya kebutuhan pendanaan ini artinya PT LEN Telekomunikasi Indonesia dapat melanjutkan proses pembangunan proyek ini.
Direncanakan proses pembangunannya akan dimulai pada November mendatang. Sehingga proyek Palapa Ring paket tengah dapat rampung sesuai yang ditargetkan pada kuartal pertama 2018.

“Proyek Palapa Ring ini adalah proyek prioritas. Presiden akan memonitor langsung,” kata Raden Wahyu Pantja Gelora, Direktur Utama PT LEN Telekomunikasi Indonesia pada saat penandatanganan Perjanjian Pembiayaan Sindikasi, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (29/8).

Dalam kesempatan ini, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara punya harapan besar pada proyek Palapa Ring ini. Karena lewat Palapa Ring, masyarakat di seluruh Indonesia dapat menikmati akses broadband.

“Ada 17 kabupaten yang baru akan kita hubungkan dan ditambah 11 daerah interkoneksi. Jadi total ada 28 ribu kotamadya yang harus dihubungkan di tengah,” kata pria yang kerap disapa Chief RA ini.

“Kalau ada yang beroperasi 2018 ya silahkan. Tapi ada yang 2019 tidak apa-apa, karena sesuai dengan kontrak,” imbuhnya.

Chief RA turut menegaskan proyek Palapa Ring sejatinya bukan alternatif dari jaringan yang telah dibangun operator. Palapa Ring merupakan pelengkap dari yang sudah ada.

Menurutnya, tidak ada operator yang mau membangun jaringan di seluruh Indonesia. Sebab ada sejumlah daerah yang dihitung dari nilai bisnis kurang menguntungkan bagi operator.

“Kalau ada (operator) yang ingin bangun Indonesia semuanya, Palapa Ring tidak akan dibangun. Artinya ada daerah yang semua operator tidak akan bangun, di situlah akan di bangun Palapa Ring,” paparanya.

Karena itu pihak Kominfo meminta rencana pembangunan jaringan dari setiap operator. Bila ada daerah yang tidak dibangun oleh operator, maka Pemerintah yang akan menggarapnya lewat Palapa Ring.

Untuk diketahui, Palapa Ring adalah proyek pemerintah yang ingin menghubungkan seluruh wilayah Indonesia lewat jalur komunikasi. Intinya adalah pemerintah ingin seluruh wilayah di Indonesia tertutupi seluruhnya oleh jalur komunikasi internet.

Palapa Ring sendiri terdiri dari paket barat, timur dan tengah. Tiap-tiap paket mewakili sebagian wilayah Indonesia yang dicakupnya.

Paket tengah sendiri menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 2.700 km, dengan rincian sebagai berikut:

– Area 1 meliputi kabupaten Mahakam Ulu dengan jaringan optik darat sepanjang +/- 136km dengan proteksi 4 hop transmisi Radio microwave.

– Area 2 meliputi 3 kabupaten yakni Kab. Morowali (Bungku), Kab. Morowali Utara (Petasia), dan Kab. Lonawe Utara ( Wanggudu) dengan jaringan fiber optik darat sepanjang +/- 546km.

– Area 3 meliputi 5 kab/kota yakni Kab Muna (Raha), Kab Konawe kepulauan (Wawoni barat), Kab Muna barat (Sariwegadi), Kab. Buton Tengah ( Lakudo), Kab. Buton Utara ( Burangga) dengan jaringan optik darat sepanjang +/- 317km dan jaringan kabel optik laut sepanjang +/-221km.

– Area 4 meliputi 5 kab/kota a.l. Kab. Kepulauan Sangihe (Tahuna), Kab. Kepulauan Talaud (Melongguane), Kab. Kepulauan Siau Tagulandang (Ondong Siau), Kab. Pulau Morotai (Morotai selatan), Kab. Tidore Kepulauan. (Tidore) dengan jaringan kabel optik laut sepanjang +/- 977km.

– Area 5 meliputi 3 Kab/Kota yakni Kab. Banggai kep.(Salakan), Kab.Banggai Laut (Banggai), Kab. Pulau Taliabu (Taliabu barat) dengan jaringan kabel optik laut sepanjang +/- 563km.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata