Berita


Pembangunan Infrastruktur Terhambat Pembiayaan

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN. Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro (kanan) menerima kenang-kenangan yang diserahkan Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo (kiri), disaksikan Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini saat membuka diskusi yang diselenggarakan harian Kompas bekerja sama dengan PT SMI bertema “Bank Infrastruktur, Perlu atau Tidak?” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (2/4). Diskusi membahas perkembangan pendanaan infrastruktur di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS — Investasi pada sektor infrastruktur diharapkan menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen, idealnya nilai pembiayaan infrastruktur minimal 5 persen dari produk domestik bruto. Namun, masalah pembiayaan menjadi hambatan karena memakan waktu lama sehingga dianggap kurang komersial.

Hal itulah yang menjadi pembahasan diskusi bertajuk “Bank Infrastruktur, Perlu atau Tidak?” yang diadakan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan harian Kompas, Kamis (2/4) pagi sampai siang, di Jakarta.
Diskusi tersebut dihadiri oleh para pembicara, yakni Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Hadiyanto, Direktur Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama PT SMI Emma Sri Martini, Direktur PT Nusantara Infrastruktur M Ramdani Basri, dan Direktur Saratoga Capital Sandiaga Uno.

Dalam pidatonya, Bambang mengatakan, infrastruktur merupakan masalah yang mendesak untuk segera dipenuhi untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Karena perbankan yang ada saat ini merupakan bank umum, diperlukan lembaga pembiayaan infrastruktur, seperti Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) yang dulu pernah ada.

“Mungkin sudah saatnya Indonesia memiliki bank pembangunan yang baru. Namun, yang lebih dulu harus dibuat adalah membuat perencanaan infrastruktur,” kata Bambang.

Menurut Bambang, modal awal bank infrastruktur bersumber pada obligasi dan suntikan dana pemerintah. Yang jelas, bank infrastruktur jangan sampai kesulitan mencari dana. “Infrastruktur adalah lahan untuk menanamkan modal yang menarik,” kata Bambang. (NAD)

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai Setelah LRT Jabodebek, Ini Proyek Kerjasama Kemenhub dengan SMI