Berita


Pembiayaan Proyek LRT Melambung Rp 5 Triliun

Kucuran dana proyek light rail transit (LRT) Jabodebek masih akan menunggu penyelesaian financial closing. Nilai investasi proyek ini pun kembali melambung karena sejumlah penambahan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan bilang, pihaknya masih mengejar penyelesaian financial closing. Lantaran ada perubahan investasi sekitar Rp 5 triliun, nilai investasi LRT semula Rp 26,7 triliun kini naik menjadi Rp 31 triliun.

“Karena ada masalah penambahan pembangunan stasiun terus juga perubahan dari fix block jadi moving block,” jelas Luhut usai Rakor LRT Jabodebek di Kantor Kemko Maritim, Senin malam (20/11).

Sekretaris Jenderal Kemhub, Sugihardjo menyatakan penyelesaian financial closing LRT Jabodebek masih tahap finalisasi. Pihaknya meminta PT PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk menyertakan penghitungan pemasukan dari Transit Oriented Development (TOD).

“Iya itu kita minta diperhitungkan karena di banyak negara TOD juga bisa mengurangi besarnya PSO. Karena itu bisa menjadi tambahan masukan,” kata Sugihardjo.

Dirut PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Hartati menyatakan pihaknya tengah menyelesaikan finalisasi financial. Namun ia enggan merinci finalisasi yang tengah diselesaikan.

Yang jelas pihaknya mengejar penyelesaian hal tersebut pada pekan kedua Desember 2019. “Semuanya masih paralel kita kerjakan,”imbuh dia.

Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani bilang terkait pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT KAI dan PT Adhi Karya (Persero) masih akan menunggu financial closing. “Kita tunggu satu paket selesai dulu,” kata Askolani.

Direktur Kredit Menengah, Korporasi, dan BUMN Bank BRI Kuswiyoto bilang pihaknya siap mendanai LRT Jabodebek. Dari nilai investasi yang ada, Bank BRI sanggup memberikan pinjaman Rp 4 triliun secara bertahap.

“Desember nanti kita verifikasi dulu baru nanti kita lihat berapa yang akan digelontorkan untuk pendanaan per progres pembangunan,” ujarnya.

Sementara itu, Budi Harto sebagai Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bilang hingga saat ini progres pembangunan telah 26% atau sekitar Rp 5 triliun. “Hingga akhir tahun pendanaan LRT diestimasikan sekitar Rp 5,5 triliun- Rp 6 triliun,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya masih menunggu penyelesaian kajian survey trase Cibubur-Bogor. Ia bilang, pilihannya 60% penggunaan dataran dan 40% rel elevated. “Karena di sana masih banyak ruang,” imbuh dia.

 

Link

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya