Berita


Pembiayaan SMI Meningkat 60%

JAKARTA — PT Sarana Multi Infrastruktur membukukan komitmen pembiayaan Rp7,4 triliun sepanjang semeser pertama 2015. Direktur Pembiayaan SMI Edwin Syahruzad mengatakan komitmen pembiayaan pada semester I/2015 meningkat sebesar 60,57% jika di bandingkan dengan periode yang sama pada 2014 lalu yaitu Rp4,6 triliun. “Komitmen pembiayaan Rp7,4 triliun diberikan untuk proyek senilai Rp65,1 triliun atau naik 40,84% dari nilai proyek paruh pertama 2014 yang sebesar Rp46,2 triliun,” katanya, Rabu (1/7).

Dengan demikian, imbuhnya, diperoleh efek berganda sebanyak 8,8 kali atas pembiayaan yang diberikan oleh SMI untuk Semester I/2015. Edwin menuturkan kontribusi terbesar dalam pembiayaan SMI berasal dari sektor energi dan sektor konektivitas.

Menurutnya, kontribusi pada sektor konektivitas yang meliputi pengerjaan proyek jalan dan jembatan melonjak dua kali lipat dari 2014 sebesar 11% menjadi 22% pada 2015. Lebih lanjut, Edwin menjelaskan pada semester I/2015 ini ada beberapa proyek yang mendapat fasilitas pembiayaan dari SMI sudah mulai beroperasi, seperti jalan tol Cikopo—Palimanan yang beroperasi pada Juni 2015 dan proyek pembangkit listrik tenaga uap 2 X 12,5 MW di Gorontalo.

Berdasarkan penjelasannya, saat ini portofolio proyek-proyek yang dibiayai SMI mencakup sektor ketenagalistrikan 33%, transportasi 33%, minyak dan gas 19%, jalan 14%, telekomunikasi 7%, air bersih 5%, dan irigasi 2%.

Saat ini, SMI memiliki aset sebesar Rp20,3 triliun. Aset tersebut diperoleh dari pengalihan aset milik Pusat Investasi Pemerintah sebesar Rp18,3 triliun ke SMI, dan penyertaan modal negara Rp2 triliun.

Saat ini, SMI berproses untuk bertransformasi menjadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia (LPPI) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bank Infrastruktur yang ditargetkan terbentuk pada 2017.

Dengan adanya pengalihan aset PIP, SMI nantinya juga melaksanakan fungsi-fungsi yang sebelumnya dilaksanakan oleh PIP, yaitu memberi fasilitas pinjaman kepada daerah.

Sebagai tindak lanjut dari keputusan UU APBN-P No. 3/2015, Otoritas Jasa Keuangan ju ga telah memberikan izin perluasan sektor pembiayaan yang meliputi infrastruktur so sial, seperti infrastruktur perkotaan, fasilitas pendidikan, kesehatan, pariwisata, dan pemasyarakatan.

Kemudian, efisiensi energi terbarukan, seperti geotermal, energi tenaga surya, dan energi te naga angin, serta pembiayaan untuk rolling stock kereta api. (Fitri Sartina Dewi)

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai Setelah LRT Jabodebek, Ini Proyek Kerjasama Kemenhub dengan SMI