Berita


Pemda Belum Maksimalkan Investor Swasta

Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI Emma Sri Martini mengatakan, saat ini pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa masih tergantung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, pemerintah memiliki skema kerja sama pemerintah-badan usaha (KPBU) yang bisa menggandeng investor swasta untuk pendanaannya. “Banyak proyek infrastruktur di Indonesia tengah dan timur yang menarik minat swasta.

Tapi, masih banyak pemda belum memahami skema KPBU yang berguna mempercepat pembangunan di daerah. Jadi, ini yang membuat kelangkaan, bukannya tidak ada, tapi memang kondisinya sampai saat ini belum memungkinkan,” kata Emma di Nusa Dua, Bali, pekan lalu.

Emma menambahkan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada di bawah Kementerian Keuangan, SMI berkomitmen mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa dengan skema KPBU.

Kendati demikian, dia mengakui bahwa sebagian besar distribusi portofolio proyekproyek infrastruktur yang ditangani SMI lebih banyak berada di Pulau Jawa. Namun, bukan berarti SMI tidak mempunyai portofolio proyek di luar Jawa. Beberapa proyek yang digarap SMI adalah kereta api pengang kut batubara di Kalimantan, proyek pengembangan pelabuhan di Jayapura, dan pembangkit listrik tenaga mini-hidro di Mobuya, Sulawesi Utara.

“Memang portofolio proyek kami banyak di Jawa, tapi kita tetap fokus menggarap bagian tengah dan timur. Alat atau produk yang kita pakai juga lebih kepada jasa konsultasi, capacity building , serta pendampingan kepada pemda (pemerintah daerah),” kata Emma.

Di Pulau Jawa SMI kini sedang menggarap beberapa proyek seperti kereta ekspres Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai Rp21 triliun serta Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, Jawa Timur, dengan nilai proyek Rp2 triliun. Secara keseluruhan, kata Emma, SMI kini terlibat dalam 65 proyek infrastruktur dengan skema pembiayaan dan investasi, enam pengembangan proyek, dan 20 proyek advisory .

Beberapa proyek potensial yang akan ditangani SMI adalah Kilang Bontang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi, RSUD Sidoarjo Barat, dan SPAM Kota Bogor. “Potensi Bontang ini ketergantungan masih ada pada pemilik proyek Bontang, dalam hal ini Kementerian ESDM dan PT Pertamina. Kami masih menunggu.

Tapi, kami siap kalau diminta untuk menyiapkan proyek,” ujarnya. Direktur Keuangan dan Dukungan Kerja SMI Agresius Robajanto Kadiaman menambahkan, perseroan senantiasa menjaga kualitas pembiayaan yang diberikan kepada proyek infrastruktur yang dikenal berisiko tinggi.

Dia menyebut, kondisi PT SMI saat ini cukup sehat serta pencadangan yang melebihi rata-rata dengan ukuran perbankan. “Kita juga punya kelebihan dibanding bank komersial. Kita punya hubungan yang baik dengan pemerintah pusat dan pemda, jadi kita tahu kalau ada proyek-proyek yang sekiranya kurang feasible (layak secara ekonomi maupun finansial),” pungkasnya.

 

pemda-belum-maksimalkan-investor-swasta

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai Setelah LRT Jabodebek, Ini Proyek Kerjasama Kemenhub dengan SMI