Berita


Pemda Haus Pembiayaan Infrastruktur

JAKARTA, (PR).- PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) aktif terlibat dalam pembiayaan kepada beragam proyek pemerintah daerah, terutama kawasan Indonesia timur. Hal itu seiring dengan pengalihan asat dari Pusat lnvestasi Pemerintah menjadi Penanaman Modal Negara pada 2015.

Tercatat, hingga saat ini, BUMN di bawah Kementerian Keuangan itu telah memberikan pembiayaan kepada 20 pemda dengan komitmen senilai Rp 2,67 triliun. Dari jumlah tersebut, 61% portofolio PT SMI berada di Kawasan Timur Indonesia di Pulau Sulawesi, 20% di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, serta 19% di wilayah Sumatera.

Direktur Utama PT SMI, Emma Sri Martini, mengatakan, dengan adanya fitur pembiayaan daerah, pemda akan mampu mempercepat peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan pencapaian target program pembangunan daerah. Selain itu, fitur pembiayaan pemda akan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus sebagai alternatif pembiayaan bagi daerah di luar mekanisme pembiayaan multiyears contract.

“Melalui fitur pembiayaan ini akan diperoleh efisiensi dalam proses pengadaan,” ucap Emma dalam acara Sewindu PT SMI di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, 22 Maret 2017.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku gembira ketika PT SMI terus menyosialisasikan dan pertemuan serta kerja sama dengan pemerintah daerah. Pemda sangat haus pembangunan infrastruktur untuk mengurangi kesenjangan, terlebih kebutuhan pembangunan sangat besar.

“APBD ada yang cukup dan ada yang kurang. Saya harap SMI bisa kerja sama inovatif bagaimana mengurangi halangan pembiayaan infrastruktur dengan tata kelola yang baik karena pembangunan infrastruktur seperti pembangunan lain sangat mudah disalahgunakan,” ujar Sri Mulyani.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal