Berita


Pemenang Palapa Ring Ditetapkan Kuartal I/2016

JAKARTA — Penetapan pemenang megaproyek Palapa Ring Jilid II yang bernilai US$230,64 juta akan ditetapkan pada kuartal I/2016. Pemenang tender nantinya akan melakukan pembangunan dan pengoperasian selama 15 tahun dengan jaminan pasar dari pemerintah.

Menteri Komunikasi dan Informatika Ru diantara mengungkapkan pada akhir bulan ini Request for Proposal (RFP) akan di ke luarkan dilanjutkan dengan penetapan pe menang. “Akhir bulan ini keluar RFP, penetapan pe menang di kuartal I/2016.

Peserta tender yang ditetapkan sebagai pemenang. Mereka [pemenang] akan melakukan pembangunan dan mengoperasikan selama 15 tahun dengan jaminan pasar pemerintah,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/11).

Jaminan pasar pemerintah ini adalah pemenang tetap akan yang memperoleh jaminan harga penjualan, bahkan bila tidak ada pelanggan pun akan dijamin oleh pemerintah. Rudiantara pun menambahkan akan meng gunakan dana Universal Service Obli gation (USO) untuk proyek tersebut.

Namun, be lum dipastikan jumlah tepatnya. CEO PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini mengungkapkan pihaknya akan mendukung tender proyek yang sudah memasuki tahap prakualifikasi. “Kami sih akan support. Saat ini sudah prakualifikasi, masih ada beberapa persiapan lagi baru akan nampak detail nya seperti apa termasuk bisnis modelnya.

Tetapi kami sudah melakukan persiapan mau bekerja sama dengan siapa,” ujarnya dalam ke sempatan yang sama. Ada delapan perusahaan yang lolos pada tahap prakualifikasi proyek pembangunan jaringan tulang punggung serat optik nasional tersebut.

Tiga dari delapan perusahaan yang lolos tahap prakualifikasi ini merupakan operator telekomunikasi yakni PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT XL Axiata Tbk, dan PT Indosat Tbk. Selain itu, ada beberapa konsorsium gabungan beberapa perusahaan. Kedelapan perusahaan yang lolos pada tahap prakualifikasi akan dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan pembagian tiga paket proyek Palapa Ring jilid II yakni Paket Barat, Paket Tengah dan Paket Timur.

Pada paket Barat yang mencakup lima kabupaten/kota di Indonesia Barat dengan bentangan serat optik di laut sepanjang 1.122 kilometer (KM) dan diestimasi menelan biaya sebesar US$40,39 juta akan diikuti oleh enam perusahaan yakni PT iForte Solusi Infotek, PT Indosat Tbk, Konsorsium Mora Telematika Indonesia— Ketrosden Triasmitra, Konsorsium Super Sistem Ultima—Huawei, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT XL Axiata Tbk.

PAKET TENGAH
Pada paket Tengah yang meliputi 17 kabupaten/kota di Indonesia bagian barat dengan bentangan serat optik di darat serta laut sepanjang 1.676 KM, diestimasi akan menelan dana US$47,08 juta akan diikuti oleh enam perusahaan yakni PT iForte Solusi Infotek, PT Indosat Tbk, Konsorsium Pandawa Lima, Konsorsium Super Sistem Ultima—Huawei, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT XL Axiata Tbk.

Terakhir pada paket Timur yang meliputi 35 kabupaten/kota di wilayah timur sepanjang 5.681 KM di laut dan darat dengan perkiraan proyek US$143,18 juta akan diikuti oleh PT iForte Solusi Infotek, PT Indosat Tbk, Konsorsium PT Matra Mandiri Prima— PT Hitachi High Technologies Indonesia— PT Partibandar Utama, Konsorsium Super Sistem Ultima—Huawei, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan PT XL Axiata Tbk.

Penyelenggara Palapa Ring nantinya ditargetkan dapat menyediakan kecepatan akses minimal 20 Mbps di perkotaan dan 10 Mbps di pedesaan. Gelaran jaringan kabel fiber optic itu sejalan dengan target Rencana Pita Lebar Indonesia 2014-2019.

Proyek Palapa Ring akan dikerjakan melalui skema kemitraan pemerintah dengan badan usaha (KPBU) berdasarkan Perpres No. 38/2015 tentang Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur.

Dalam beleid yang ditandatangani Presiden Joko Widodo itu disebutkan badan usaha meliputi BUMN, BUMD, badan usaha swasta, badan usaha asing, dan koperasi. Para pemenang lelang—atau yang ditunjuk langsung— akan membentuk badan usaha pelaksana KPBU berbentuk perseroan terbatas.

Perpres tersebut mengizinkan menteri selaku penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK) untuk membiayai sebagian kebutuhan pendanaan. Selain itu, PJPK dapat memberikan insentif perpajakan kepada badan usaha

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya