Berita


Pemprov Jajaki Kerja Sama Pembiayaan, Direktur SMI Beri Respons Positif

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, sebagai daerah bungsu di Indonesia, Kaltara Butuh gerakan cepat dan benar yang terencana, terstruktur dan sistematis agar mampu mengejar berbagai ketertinggalan dan sejajar dengan provinsi lain.

Namun, Irianto menyadari banyak kendala dan persoalan yang dihadapi. Salah satu kendala utama yaitu keterbatasan anggaran yang dimiliki dalam rangka pembiayaan agar terjadi percepatan (akselerasi) pembangunan di Kaltara.

“Kepala daerah sama dengan kepala rumah tangga. Jika kepala daerah mau bekerja keras melakukan kreasi dan inovasi serta terobosan dengan hal-hal baru, tentu akan menghasilkan hal positif yang bermanfaat bagi masyarakatnya” ujarnya saat melakukan pertemuan dengan jajaran Direksi PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) di Jakarta, Rabu (22/6).

Dalam pertemuan yang dihadiri Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon dan Wakil Ketua DPRD Abdul Djalil Fatah, itu dipaparkan tentang sejarah pembentukan Kaltara, kondisi geografis, potensi sumber daya alam Kaltara dan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan dan telah masuk dalam RPJMN dan RPJMD.

Menyikapi kendala minimnya anggaran, lanjut Irianto, pemprov berupaya mencari solusi alternatif pembiayaan. Salah satu yang bisa dimanfaatkan yaitu melakukan kerja sama dengan lembaga resmi pemerintah yang memberikan pinjaman, PT SMI (Persero).

Irianto mengatakan, dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat akan menimbulkan keuntungan ganda. Selain pembangunan bisa segera dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, juga dibandingkan dengan nilai sekarang (present value) investasi infrastruktur yang terbangun saat ini akan lebih menguntungkan daripada dibangun di masa akan dating, karena asas manfaat dan tingginya inflasi bahan material bangunan.

“Sejumlah program pembangunan infrastruktur di Kaltara memerlukan dana yg besar seperti pembangunan jalan dan jembatan, fasilitas pendidikan dan kesehatan, bandara, jaringan telekomunikasi serta pembangunan kota baru mandiri Tanjung Selor, serta Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning. Tentunya dibutuhkan alternatif pendanaan untuk mendukung APBD Kaltara yang terbatas agar bisa segera dinikmati masyarakat,” terangnya.

Irianto berharap setelah pertemuan tersebut bisa segera ditindaklanjuti secara konkret dalam pembahasan teknis terkait infrastruktur apa saja yang bisa dibiayai. Termasuk mendiskusikan dengan baik skema peminjaman mulai jangka waktu pinjaman, tingkat bunga dan persyaratan lainnya sehingga tidak terlalu membebani keuangan daerah.

Sementara itu, Presiden Direktur PT SMI Emma Sri Martini mengatakan, pihaknya akan mencoba segera berkoordinasi agar dapat mempercepat realisasi pembiayaan pembangunan infrastruktur di Kaltara dengan tetap memperhatikan prosedur yang berlaku.

“Kami sangat antusias untuk membantu Kaltara, karenanya kami akan mengupayakan membantu percepatan pembangunan sesuai dengan aturan yang ada” ujarnya.

Emma mencontohkan, Pemprov Sulawesi Tenggara berinvestasi Rp 311,18 miliar dengan porsi pinjaman Rp 190 miliar untuk pembangunan RSUD Bahteramas. Dampaknya terjadi peningkatan pendapatan RSUD menjadi 12 kali lipat dari Rp 5 miliar menjadi Rp 60 miliar per tahun. Sedangkan di Kabupaten Karang Asem, pemkabnya melakukan investasi Rp 46 miliar untuk pembangunan RSUD Karang Asem dengan melakukan peningkatan penambahan kapasitas tempat tidur dari 100 menjadi 200 tempat tidur.

“Alhamdulillah terjadi peningkatan pendapatan RSUD sebanyak 3,5 kali lipat dari Rp 15 miliar menjadi rp 52 miliar per tahun. Ini artinya dengan adanya pinjaman tersebut dapat membantu sebuah daerah untuk meningkatkan pendapatan dan membangun infrastrukturnya agar bisa segera dinikmati masyarakat,” ungkapnya.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai Setelah LRT Jabodebek, Ini Proyek Kerjasama Kemenhub dengan SMI