Berita


Pemprov Kaltara Usul Utang ke PT SMI

TANJUNG SELOR – Pembangunan di Kaltara membutuhkan anggaran yang besar. Sementara pembiayaan tersebut tidak dapat diakomodir oleh APBD Provinsi dalam kurun waktu dekat. Mengingat pentingnya infrastruktur secepatnya dibangun, Pemprov Kaltara melakukan opsi peminjaman ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Tak tanggung-tanggung, usulan pinjaman pembiayaan mencapai Rp1,65 triliun.

Paket pembangunan yang diusulkan pemprov untuk mendapat pinjaman tersebut meliputi enam jenis kegiatan. Pembangunan Rumah Sakit Kaltara, pembangunan Auto Ring Road Bulungan, pembangunan jalan Mangkupadi-Tanah Kuning hingga perbatasan Berau, pematangan lahan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor, pembangunan jalan ring road Tarakan, dan pembangunan Jembatan Jelarai dan jembatan pendekat Tanjung Selor.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kaltara, Syaiful Herman menjelaskan, keenam jenis usulan tersebut telah disampaikan oleh Gubernur Kaltara kepada manajemen PT SMI. Namun, jika belum terakomodir karena pertimbangan teknis dan administratif, paling tidak ada dua yang jadi prioritas.

“Dua usulan prioritas kami untuk segera mendapat bantuan, yakni pertama rumah sakit provinsi, kedua pembangunan Auto Ring Road di Bulungan,” ujar Syaiful saat rapat koordinasi Pemprov Kaltara bersama manajemen PT MSI di Tanjung Selor, Rabu (3/8).

Dipilih PT SMI menjadi partner Pemprov, kata Syaiful, adalah atas dasar efisiensi anggaran. Sebab jika dibandingkan dengan pihak lain dalam hal peminjaman, PT SMI adalah pilihan terbaik. “Pertimbangannya adalah karena efisiensi. Tidak pakai agunan. Terus pemberiannya juga bertahap,” sebutnya.

Selain itu, bunga yang ditawarkan jika pinjaman tersebut terealisasi hanya 2 persen ditambah rate suku bunga BI 6,5 persen. Total bunga yang harus dibayar, ungkap Syaiful adalah 8,5 persen.

Sejauh ini, lanjut dia, pemprov masih melakukan penjajakan dengan PT SMI. Pihak pemberi pinjaman juga punya mekanisme. Sebagai badan usaha plat merah yang langsung dibawahi Menteri Keuangan, PT SMI juga telah mempunyai standar yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah. “Makanya itu, kami masih usulkan. Untuk apa saja yang harus pemprov penuhi, sekarang ini kita masih pelajari,” tukasnya.
Sementara itu, Tim Leader Divisi Pembiayaan Pemda dan Instansi Pemerintah Lainnya PT SMI, Erdian Dharmaputra mengatakan, bahwa pihaknya memberikan apresiasi bagi Kaltara yang berencana melakukan peminjaman. Sebagai lembaga plat merah, pihaknya juga akan membantu program pemerintah. Apalagi untuk Kaltara yang merupakan wilayah perbatasan, membutuhkan percepatan pembangunan infrastruktur dasar.

“Kami fokus pada bantuan untuk pembangunan infrastruktur dasar yang dibutuhkan masyarakat, misalnya untuk kesehatan, pendidikan infrastruktur akses. Kalau mal, kami tidak bantu,” tegasnya.
Untuk bantuan yang diusulkan Pemprov Kaltara, pihaknya juga masih mempelajari. Namun, yang menjadi catatan penting adalah pihaknya mempunyai syarat administratif dan teknis sebelum mencairkan pinjaman yang diajukan oleh Pemprov Kaltara.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Geo Dipa-SMI Kembangkan PLTP Dieng 2019 Dimulai, RS Tipe B Tanjung Selor Selesai 2020 Resmikan RSUD Konawe, Sri Mulyani: Uang Pajak Dikembalikan ke Rakyat PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar