Berita


Percepat Pembangunan Proyek Pertumbuhan Tenaga Listrik Digenjot

JAKARTA, — Kementerian teknis perlu segera melaksanakan tahapan pembangunan proyek unggulan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019. Realisasi proyek-proyek itu sangat penting untuk menggerakkan ekonomi dan menyerap tenaga kerja.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said di Jakarta, akhir pekan lalu, mengatakan, dari anggaran kementerian tahun 2015 sebesar Rp 15 triliun, Rp 10 triliun untuk belanja modal. Pihaknya juga menginginkan serapan anggaran lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar 51 persen.

“Caranya dengan mempercepat proses tender dan segera mengeksekusi keputusan-keputusan terkait proyek. Namun, prinsip kehati-hatian dan transparansi tetap dipegang teguh,” kata Sudirman.
Ketua Badan Anggaran DPR Ahmadi Noor Supit pernah mengungkapkan, pemerintah menargetkan setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi pada 2015 menciptakan lapangan kerja bagi 150.000 tenaga kerja. Tambahan 25.000 tenaga kerja dibandingkan dengan tahun lalu dinilai tak sebanding dengan besarnya tambahan ruang fiskal (Kompas, 6/2).

Karena itu, pelaksanaan proyek sangat penting untuk menyerap tenaga kerja lebih besar. Terkait infrastruktur listrik, Indonesia memerlukan penambahan kapasitas listrik untuk mengiringi target laju pertumbuhan ekonomi 5-6 persen per tahun.

Dengan target itu, pertumbuhan tenaga listrik digenjot sampai rata-rata 7.000 megawatt (MW) per tahun. Diperlukan dana investasi sekitar Rp 1.000 triliun untuk proyek tersebut.
“Kami juga sudah mengundang 23 perusahaan swasta penghasil listrik yang diharapkan berperan melakukan ekspansi atau penambahan kapasitas pembangkit. Dari 25.000 MW, sudah ada komitmen sekitar 12.000 MW akan mereka hasilkan,” kata Direktur Ketenagalistrikan pada Kementerian ESDM Jarman.
Waduk dan Irigasi

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono bertekad program unggulan bisa terwujud, yaitu membangun 13 waduk serta pembangunan dan rehabilitasi irigasi. Selain itu, konektivitas dengan membangun jalan nasional 2.650 km dan jalan tol 1.000 km.

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya