Berita


Pinjaman untuk Tingkatkan PAD dan Pelayanan

PENAJAM – Dana pinjaman PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar Rp348 miliar yang semua diarahkan untuk membiayai tujuh kegiatan proyek, tidak lain dalam rangka untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memberikan kemudahan pelayanan birokrasi dan sosial kepada masyarakat. Demikian dikatakan Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten PPU, Alimuddin, kemarin.

Ia menjelaskan, tujuh kegiatan yang bakal didanai oleh pinjaman tersebut sebelumnya telah melakukan pengkajian dan analisa PT. SMI termasuk Bank Dunia, dan telah mendapatkan persetujuan besaran pinjaman sebesar Rp348 miliar, lebih kecil dibandingkan usulkan Pemkab PPU kepada PT. SMI awalnya mencapai Rp1 triliun.

Alimuddin membeberkan, empat kegiatan on join project yang dimaksud yakni, pembuatan akses jalan di wilayah pelabuhan Benou Taka yang berada di kawasan Industri Buluminung (KIB), lalu akses jalan dari Masjid Ar – Rahman, Kapao hingga KIB, kemudian akses jalan dari Masjid Al – Ula hingga pelabuhan Benuo Taka dan terakhir akses jalan dari Riko, Gersik menuju ke Kabupaten Kutai Barat dan ke arah jembatan Pulau Balang sebagai akses pendekat.

Kemudian, lanjutnya, untuk tiga kegiatan proyek baru yakni, pertama pembangunaan akses jalan H. Jumayah menuju Kelurahan Sungai Paret ke pusat pemerintahan dan kedua pekerjaan akses jalan pendekat dari daerah Kopi – Kopi Tanjung Jumlai ke pusat kota. Dibangunannya dua fasilitas jalan ini tidak lain sebagai bentuk upaya pemerintah meningkatan pelayanan kepada masyarakat dengan cara mendekatakan pelayanan baik birokrasi, urusan kepolisian, kesehatan maupun sosial kemasyarakatan lainnya. “Sementara itu proyek baru yang ketiga adalah pembangunan akses jalan dari Kelurahan Riko hingga Jembatan Pulau Balang tahap kedua dengan pertimbangan akses jalan itu menjadi kewenangan Pemkab PPU untuk menyediakan jalan pendekat menuju ke Jembatan tersebut,” tukas Alimuddin.

Menurutnya, keuntungan dibangunnya tujuh proyek yang menggunakan dana pinjaman tersebut, yakni apabilai dibiayai sekarang maka dalam kurun waktu satu hingga dua bulan kedepan fasilitas dapat segera dinikmati masyarakat, tetapi jika tidak, maka sampai dengan lima tahun kedepan belum tentu ada fasilitas tersebut, kalaupun ada maka nilai pembangunannya bisa saja lebih mahal dari saat ini akibat faktor inflasi yang selalu berubah.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata