Berita


Proyek Energi Terbarukan di Pulau Terpencil akan Diawasi Patriot Energi

Jakarta -Proyek-proyek pembangkit listrik dari energi baru terbarukan (EBT) di daerah terpencil akan diawasi oleh anak-anak muda Patriot Energi Tanah Air (PETA).

PETA adalah pemuda-pemudi yang dikirim oleh Kementerian ESDM ke desa-desa terpencil di seluruh Indonesia, semuanya ke desa yang belum mendapatkan listrik. Tugasnya adalah membantu melistriki desa-desa tersebut.

Penanggung Jawab Program PETA, Tri Mumpuni, menuturkan bahwa selama ini kontrol pemerintah terhadap proyek-proyek EBT di desa-desa terpencil sangat lemah, pembangkit listrik yang sudah dibangun banyak yang cepat rusak. Penyebabnya, kontraktor yang membangunnya tidak memenuhi spesifikasi yang ditentukan pemerintah.

Dengan adanya pengawasan langsung dari para pemuda PETA, kontraktor tak bisa lagi berbuat curang sehingga pembangkit yang dibangun lebih berkualitas.

“Anak-anak muda ini membuat pengembang (yang membangun pembangkit di daerah terpencil) harus memenuhi spesifikasi-spesifikasi yang ada. Banyak hal-hal yang harus diperbaiki,” kata Tri dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

Pada kesempatan yang sama, Menteri ESDM Sudirman Said mengungkapkan bahwa program PETA akan dikombinasikan dengan Program Indonesia Terang (PIT).

PIT adalah program pembangunan pembangkit-pembangkit listrik dari energi terbarukan untuk desa-desa yang belum terlistriki dengan baik atau bahkan belum mendapat aliran listrik.

PETA akan turut mengawasi pembangunan pembangkit-pembangkit listrik di program PIT. “PIT sangat inline dengan PETA. Mereka akan jadi partner, supervisor di wilayah-wilayah yang remote. PETA akan membantu pelaksanaan PIT,” ucap Sudirman.

Untuk mencegah pembangkit listrik rusak setelah dibangun, pemerintah daerah (pemda) dan masyarakat setempat akan diberi tanggung jawab melakukan perawatan.

Di daerah-daerah yang masih mudah dijangkau, perawatan akan dilakukan oleh pemda. Sedangkan untuk daerah yang sulit dijangkau, perawatan akan diserahkan kepada masyarakat lokal.

Di sini PETA kembali berperan, mereka ditugaskan memberi pelatihan kepada masyarakat untuk merawat pembangkit dan memperbaikinya jika ada kerusakan. Dengan begitu, pemerintah tak perlu khawatir pembangkit listrik jadi mangkrak karena masyarakat sudah bisa mengelolanya secara mandiri.

“Kita punya concern soal perawatan. Untuk daerah yang bisa dijangkau kita serahkan ke Pemda. Tapi untuk daerah remote, yang bisa dilakukan adalah memberdayakan masyarakat setempat untuk mengelola pembangkit. Kita latih mereka misalnya memelihara PLTS,” tutup Sudirman.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata