Berita


Proyek Infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum Umbulan Dipercepat

JAKARTA, KOMPAS.com – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan yang dilaksanakan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dipercepat pelaksanaannya.

Dalam proyek ini, pemerintah provinsi Jawa Timur menjadi penanggung jawab proyek kerja sama (PJPK).

Untuk mendukung percepatan ini, PT Indonesia Infrastructure Finance dan PT Sarana Multi Infratsruktur (Persero) meneken perjanjian pembiayaan sindikasi SPAM Umbulan senilai Rp 840 miliar.

Dalam sindikasi tersebut, IIF menjadi mandated lead arranger dan bookrunner (MLAB). Investasi proyek SPAM Umbulan bertujuan untuk mengalirkan air curah dengan kapasitas produksi 4.000 liter air per detik dengan jaringan sistem transmisi dari mata air Umbulan ke lima perusahaan daerah air minum (PDAM) di provinsi Jawa Timur.

SPAM Umbulan akan mengoperasikan jaringan pipa transmisi sepanjang 92,3 kkilometer melewati 16 titik pasokan.

Proyek ini ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2019 dan menelan biaya Rp 2,3 triliun. PT Meta Adhya Tirta Umbulan adalah badan usaha pemenang lelang menerima dana dukungan pemerintah pusat melalui dukungan kelayakan proyek sebesar Rp 818 miliar dan memperoleh penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

“Sejak 45 tahun, sejak tahun 1971 baru terealisasi tahun 2016. Dengan proyek ini, 1,3 juta penduduk Jawa Timur bisa minum air bersih unggulan,” jelas Gubernur Jawa Timur Sukarwo di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (30/12/2016).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan rasa syukurnya atas berjalannya proyek ini.

Bagi Darmin, yang membanggakan adalah proyek ini dikerjakan secara bersama-sama demi kesejahteraan rakyat.

 

Source

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT Sarana Multi Infrastruktur Perluas Sektor yang Dibiayai Proyek Tol Bogor Outer Ring Road Dapat Pembiayaan SMI Rp660 Miliar Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal