Berita


Proyek Palapa Ring Barat dan Tengah Masuki Tahap Financial Closing

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan Proyek Palapa Ring untuk Wilayah Barat dan Tengah sudah ditandatangani kontraknya saat ini sedang proses financial closing atau pemenuhan pembiayaan. “Mudah-mudahan pada kuartal ke-4 sudah mulai membangun Proyek Palapa Ring tersebut,” katanya usai Upacara Tabur Bunga di TMP Kalibata, Jakarta, Rabu (18/5/2016) kemarin.

Menurut Rudiantara, Kebijakan Palapa Ring dibagi tiga paket yaitu Paket Barat, Tengah dan Timur. Untuk paket timur yang mencakup Maluku, Papua sampai ke Selatan, dan Saumlaki, dan sebagainya. “Masih proses tenderisasi diharapkan bulan September akan ditandatangani kontraknya,” kata Rudiantara.

Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Proyek itu terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

Pembangunan jaringan serat optik nasional itu akan menjangkau 440 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network) pada wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur). Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 4.450 KM yang terdiri dari sub marine cable sejauh 3.850 km dan land cable sepanjang 600 KM dengan landing point sejumlah lima belas titik pada 21 kota/kabupaten. Jaringan tersebut berkapasitas 100 GB (Upgradeable 160 GB) dengan mengusung konsep ring, dua pair (empat core).

Pembangunan Proyek Palapa Ring dilakukan melalui konsorsium dimana anggota konsorsium terdiri dari penyelenggara telekomunikasi di tanah air. Diharapkan jaringan ini akan menjadi tumpuan semua penyelenggara telekomunikasi dan pengguna jasa telekomunikasi di Indonesia dan terintegrasi dengan jaringan yang telah ada milik penyelenggara telekomunikasi.

Melalui ketersediaan infrastruktur telekomunikasi yang terintegrasi diharapkan kedaulatan negara dan ketahanan nasional dapat terwujud. Hal itu dapat dmungkinan dengan adanya akselerasi pertumbuhan dan pemerataan pembangunan sosial ekonomi melalui ketersediaan infrastruktur jaringan telekomunikasi berkapasitas besar yang terpadu bisa memberikan jaminan kualitas internet dan komunikasi yang berkualitas tinggi, aman, dan murah.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata