Berita


Proyek Palapa Ring Paket Timur Tahap I Habiskan Rp3,43 T

Jakarta, CNN Indonesia — PT Palapa Timur Telematika (PTT) menyebutkan, kucuran pembiayaan yang didapat dari skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) untuk proyek pembangunan Jaringan Serat Optik di bagian Timur Indonesia atau Palapa Ring Paket Timur akan terbagi dalam beberapa tahap.

Direktur Utama PTT Leon M. Kakisina mengungkapkan, untuk tahap pertama, pembiayaan akan digunakan untuk membiayai pemesanan sejumlah material, seperti kabel darat dan laut serta untuk pembangunan tower.

“Pembiayaan untuk material kabel sendiri menyedot sekitar 67 persen dari total anggaran proyek. Kami sudah stok untuk pemesanan material ini,” ujar Leon kepada CNNIndonesia.com di Kementerian Komunikasi dan Informatika saat penyerahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Palapa Ring Paket Timur, Rabu (29/3).

Artinya, sebanyak Rp3,43 triliun dari nilai total proyek yang mencapai Rp5,13 triliun akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan material berupa kabel laut dan darat proyek. Pembiayaan kabel tersebut akan lebih banyak dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan kabel laut. Sedangkan untuk pemesanan material, disebut Leon, akan dimulai pada kuartal II tahun ini.

Kemudian, untuk perusahaan yang akan ditunjuk sebagai pemenuh kebutuhan material juga masih dipertimbangkan oleh PTT. Namun, Leon menyebutkan, ada beberapa perusahaan yang telah masuk radar PTT sebagai pemasok material proyek.

“Ada sekitar empat perusahaan untuk material kabel laut yang dalam proses finalisasi. Yang jelas, ada dari luar dan dalam negeri,” kata Leon.

Namun, Leon memastikan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) atau komponen pembangun proyek yang berasal dari perusahaan lokal akan memenuhi sebanyak 30 persen dari total kebutuhan material berupa kabel laut dan 100 persen dari seluruh kebutuhan material kabel darat.

“Untuk kabel darat, kabel yang diproduksi oleh industri (dalam negeri) telah dipakai di banyak proyek dan itu bagus kok,” imbuhnya.

Kemudian, selain pemenuhan pembiayaan untuk memesan material, tahapan pembiayaan akan memperhitungkan kemajuan pelaksanaan proyek. Hanya saja, secara keseluruhan, Leon belum membagi berapa jumlah tahapan yang dibutuhkan untuk mengalirkan pendanaan ke proyek yang dilaksanakan atas dasar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2015 itu.

Sedangkan secara jadwal pelaksanaan proyek, setelah pemesanan material pada kuartal II 2017, peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek akan dilaksanakan pada Juli atau Agustus tahun ini. Sementara keseluruhan proyek ditargetkan selesai pada kuartal III 2018.

Sementara itu, proyek Palapa Ring Paket Timur sendiri sudah efektif digarap oleh pemerintah. Hal ini bersamaan dengan penyerahan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dengan para penjamin dan pihak penyalur pembiayaan proyek pada hari ini.

“Saya selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) menyerahkan pernyataan yang menyatakan bahwa perjanjian kerja sama berlaku efektif,”ujar Rudiantara di kantornya pada kesempatan yang sama.

Untuk pembiayaan, proyek Palapa Ring Paket Timur akan menghabiskan biaya mencapai Rp5,13 triliun di mana sebanyak Rp4 triliun dibiayai oleh lima perbankan yang melakukan sindikasi kredit yang dipimpin oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI, bersama dengan ICBC Indonesia, Bank Papua, Bank Malukumalut, dan Bank Sulselbar. Sedangkan sisanya, dibiayai oleh pemerintah.

Sementara untuk penjaminan proyek ditanggung oleh PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PII dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI sebagai konsultan penjaminan proyek.

Proyek Palapa Ring Paket Timur sendiri akan menjangkau sekitar 35 kabupaten/kota yang tersebar dan menjangkau wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak dua kabupaten, Maluku sebanyak tiga kabupaten, Papua sebanyak 23 kabupaten, dan Papua Barat sebanyak tujuh kabupaten.

Kemudian, total panjang jaringan mencapai 8.454 kilometer (km), yaitu 50 persen merupakan kabel fiber optik laut, 45 persen kabel fiber optik darat, dan 5 persen microwave links.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai Setelah LRT Jabodebek, Ini Proyek Kerjasama Kemenhub dengan SMI