Berita


PT SMI Harapkan Pembiayaan 1 Miliar Dollar AS dari IDB

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) berharap mendapat kucuran dana hingga 1 miliar dollar AS dari kerjasama dengan Islamic Development Bank (IDB).

Perusahaan pembiayaan ini bakal menggunakan dana tersebut untuk membiayai proyek infrastruktur serta pengembangan sumber daya manusia yang memang menjadi prioritas pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kala.

“Nota kesepahaman ini akan menjadi alat eksplorasi peluang investasi kedua belah pihak hingga 1 miliar dollar AS,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelum penandatanganan nota kesepahaman antara PT SMI dan IDB, Senin (10/4/2017).

Dia juga mengungkapkan bahwa kerjasama antar negara peserta IDB dirasa masih perlu ditingkatkan. Ini lantaran bagi Indonesia, berbagai skema pembiayaan yang sudah dilakukan belum cukup.

“Diperkirakan butuh Rp 4.900 triliun sampai tahun 2019 untuk membiayai 255 proyek yang telah diidentifikasi sebagai prioritas. Ini butuh pembiayaan besar yang tidak bisa dipenuhi pemerintah nasional maupun daerah, bahkan ketika BUMN dimaksimalkan pun belum terpenuhi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Presiden Jusuf Kala (JK) lebih menyoroti agar investasi dilakukan untuk mewujudkan keadilan sosial. Alasannya, saat ini beberapa anggota IDB yang juga tergabung dalam OKI mengalami potensi konflik internal maupun antar-negara.

Konflik tersebut menurut JK dapat dicegah dengan mengatasi masalah fundamental. “Hanyalaah dengan kemajuan ekonomi, mengurangi kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dapat terjamin keamanan politiknya,” ujar JK.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT SMI Kucurkan Pinjaman Rp 450 Miliar ke Kabupaten Muba 55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya