Berita


Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) mendukung pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, yang selama ini jauh dari sentuhan investor swasta. “SMI harus masuk ke pasar yang belum menarik minat investor,” kata dia dalam acara Nawabakti SMI, dikutip dari Antara, kemarin.

Sri mengingatkan akan pentingnya SMI mempunyai perencanaan strategis ataupun inovasi untuk mempercepat pengadaan infrastruktur di daerah terpencil guna membangun potensi ekonomi. Beberapa daerah tertinggal yang membutuhkan keterlibatan SMI, kata Sri, adalah Tidore, Ternate, serta Ambon di Maluku dan Maluku Utara, yang mempunyai komoditas perikanan unggulan untuk diekspor ke Jepang.

“Wilayah ini membutuhkan pelabuhan yang bagus karena mempunyai potensi, komoditas, dan lokasi yang bagus. SMI perlu diperkenalkan agar pembangunan tidak lagi menunggu anggaran pendapatan dan belanja daerah,” ujar dia.

Selain daerah tertinggal, Sri memerintahkan SMI untuk mendorong pembangunan infrastruktur di daerah tujuan wisata, terutama untuk infrastruktur sosial, seperti pendidikan ataupun kesehatan. Menurut dia, infrastruktur sosial bisa membangun proses berpikir bangsa secara terstruktur serta iklim kerja yang baik. “Bidang pariwisata hanya memiliki infrastruktur dasar, tapi tidak punya rumah sakit. Ini bisa melahirkan keahlian dalam bidang baru,” katanya.

Melalui diversifikasi proses bisnis seperti itu, Sri berharap SMI yang sudah berusia sembilan tahun dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan dipercaya publik sebagai katalisator pembangunan infrastruktur di Indonesia. Selain memiliki perencanaan strategis, SMI harus berinovasi untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Menurut Sri, inovasi dalam instrumen pembiayaan penting dilakukan agar memberikan rasa nyaman kepada investor asing yang ingin menanamkan modal.

Ihwal pembiayaan untuk daerah, pada akhir Desember lalu SMI menyetujui pinjaman pembangunan infrastruktur di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara; dan Kabupaten Tabanan, Bali. Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini, mengatakan Kabupaten Halmahera Selatan dan Tabanan mendapat pinjaman Rp 150,6 miliar dan Rp 201 miliar.

Kabupaten Halmahera Selatan mendapat kredit untuk pembangunan Pasar Tuakona Panamboang dan tiga ruas jalan di Kota Labuha, masing-masing Rp 60 miliar dan Rp 90 miliar, dengan tenor lima tahun. Adapun Kabupaten Tabanan mendapat pinjaman untuk pembangunan rumah sakit umum daerah senilai Rp 201 miliar dengan jangka waktu kredit delapan tahun.

Meski fasilitas pinjaman telah ada sejak awal 2017, Emma mengatakan pemanfaatannya untuk pembangunan oleh pemerintah daerah masih sangat minim. Dari 450 pemerintah daerah yang memenuhi syarat untuk mengakses pinjaman, baru 21 kredit yang terealisasi. “Padahal, kami telah menawarkan offering letter (surat penawaran) kepada 62 pemerintah daerah,” ujarnya.

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai