Berita


Selain KRL, Ada Kereta Ekspres Juga Menuju Bandara Soekarno-Hatta

Jakarta – Pemerintah menyiapkan dua moda transportasi kereta dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang. Selain KRL, ada juga kereta ekspres.

Kereta pertama ialah KRL Commuter yang sedang dibangun secara keroyokan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dibantu pemerintah. Kereta kedua adalah kereta ekspres rute Bandara Internasional Soekarno- Hatta ke Bandara Halim Perdanakusuma sepanjang 33 kilometer (km).

Untuk membangun proyek ini, setidaknya diperlukan dana senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 24 triliun.

“Kalau biaya, benchmark MRT 1 km butuh US$ 100 Juta. Ada bawah tanah dan layang. Kalau estimasi kebutuhan US$ 2 miliar atau Rp 20 triliun. Itu di luar tanah,” kata Direktur Utama PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) Emma Sri Martini saat ditemui di acara EPC Conference and Forum 2014 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2014).

SMI sendiri bertugas menyusun studi hingga mempersiapkan proses tender. Proyek ini dimiliki oleh pemerintah, Kemenhub. Pembiayaan ini rencananya dilakukan oleh pemerintah dan investor dengan skema public private partnership (PPP).

“Ini modalitas skema PPP. Bantuan pemerintah (VGF) nggak boleh lebih 49%,” jelasnya.

Kereta yang dibangun memakai jalur layang dan bawah tanah ini nantinya tidak akan bersaing dengan moda KRL Commuter Bandara Soetta yang tengah dibangun oleh KAI. Alasannya kebutuhan moda alternatif sangat diperlukan.

“Kalau kita bicara sudah sangat perlu. Ini nggak bersaing dengan commuter line. Kapasitas yang sekarang sudah nggak dukung. Jasa marga load factor sudah dua kali. Asumsi total penumpang annualy 60-80 juta orang (penumpang per tahun Bandara Soetta) ke atas avarage per day. Ekspres bisa ambil 20-25%. Kita bicara captive market yang besar. Beri opsi pilihan ke bandara,” ujarnya.

Emma juga memandang proyek kereta cepat khusus bandara ini nantinya bisa disambung atau dibangun jalurnya hingga menuju bandara baru di Karawang Jawa Barat. Bandara baru ini nantinya dibangun untuk mengurai kepadatan atau over capacity dari Bandara Soetta di Tangerang.

“Kalau ada kereta malah bagus. Tinggal extend ke Karawang. Tinggal tambah 1 ruas,” sebutnya.

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai Setelah LRT Jabodebek, Ini Proyek Kerjasama Kemenhub dengan SMI