Berita


Sepanjang 2014, SMI Salurkan Pembiayaan Rp5,577 Triliun

Kinerja yang telah dicapai SMI merupakan hasil dari tata kelola perusahaan yang baik, melalui penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dalam setiap pelaksanaan bisnis Perseroan. Rezkiana Nisaputra

Jakarta–PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) mengaku, sepanjang 2014 telah menyalurkan pembiayaan ke proyek-proyek infrastruktur sebesar Rp5,577 triliun, untuk nilai proyek yang mencapai Rp45 triliun. Dengan demikian pembiayaan PT SMI telah menciptakan multiplier effect sebesar 8 kali.

Corporate Secretary PT SMI, Astried Swastika menjelaskan, pembiayaan yang disalurkan yakni untuk pembangunan proyek-proyek transportasi seperti pelabuhan, jalan dan jalan tol, oil & gas, Pembangkit Listrik Tenaga Gas, telekomunikasi, air minum, irigasi dan lain-lain di seluruh wilayah Indonesia.

Sedangkan untuk mengembangkan kapasitas Perseroan dalam membiayai pembangunan infrastruktur Indonesia, PT SMI telah menerbitkan obligasi, yaitu Obligasi I Sarana Multi Infrastruktur Tahun 2014 senilai Rp1 triliun pada 12 Juni 2014.

“Pasar respons baik penerbitan obligasi itu sebagaimana tercermin dari tingginya permintaan (oversubscribed) 2,6 kali yang mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan kepada PT SMI,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu, 7 Januari 2015.

Sementara pada 18 November 2014 PT SMI mendapatkan pinjaman sindikasi sebesar USD150 juta dengan opsi peningkatan sampai dengan USD 175 juta. Selain itu, kinerja PT SMI yang baik tercermin dengan diperolehnya rating nasional idAA+/stable dari Pefindo pada bulan Maret 2014 dan AA+(idn)/stable dari Fitch Ratings pada bulan Oktober 2014.

Lalu untuk rating internasional PT SMI adalah BBB-/stable (sovereign) dari Fitch Ratings pada bulan Oktober 2014. Peringkat tersebut mencerminkan peran yang sangat penting bagi pemerintah Republik Indonesia, potensi permintaan yang tinggi untuk pembiayaan infrastruktur, dan tingkat permodalan yang sangat kuat.

“PT SMI percaya bahwa kinerja yang telah dicapai merupakan hasil dari tata kelola perusahaan yang baik, melalui penerapan prinsip-prinsip tata kelola yang baik dalam setiap pelaksanaan bisnis Perseroan,” tutup Astried. (*) @rezki_saputra

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya