Berita


Setelah Palapa Ring, Kominfo Ingin Punya Satelit

Jakarta – Harapan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia tak sebatas lewat proyek Palapa Ring. Ke depannya, Kominfo juga ingin mengorbitkan satelit kepunyaannya sendiri.

Meski ditargetkan bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia, Palapa Ring bukan tanpa kelemahan. Menurut Direktur Telekomunikasi Khusus Kominfo Ismail, jangkauan Palapa Ring hanya bisa sampai tingkat kecamatan.

Nah, di sinilah kegunaan satelit Kominfo nantinya. Diharapkan penggunaan satelit bisa menjangkau hingga ke daerah-daerah pelosok, setingkat kelurahan atau bahkan desa-desa. Namun terlepas dari itu, satelit Kominfo nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan kelautan, pendidikan atau bahkan pertanian.

“Dalam waktu dekat kita akan membahas satelit telekomunikasi. Kita akan mencari mitra untuk rencana tersebut. Konsepnya bakal sama dengan Palapa Ring,” ujar Ismail, di sela-sela seremoni penunjukan Mandated Lead Arranger untuk pembiayaan Proyek Palapa Ring paket tengah, di Grand Hyatt, Jakarta.

Konsep yang dimaksud adalah pemerintah akan kembali menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang kini diterapkan di proyek Palapa Ring. Dalam aturan yang ditandatangani Presiden Joko Widodo itu disebutkan badan usaha yang dimaksud meliputi BUMN, BUMD, badan usaha swasta, badan usaha asing, dan koperasi.

Lebih lanjut, Ismail juga menambahkan kalau kebutuhan satelit di Indonesia masih under supply. Selain itu lebih dari 70% transponder yang dipakai perusahaan Indonesia kebanyakan dimiliki oleh asing. Sehingga hadirnya satelit sendiri sejatinya memberikan peluang bisnis yang menjanjikan.

Meski demikian bukan berarti kelak pemerintah akan menawarkan satelitnya untuk dipakai perusahaan-perusahaan Indonesia. Dalam prakteknya diharapkan satelit tersebut bisa dioptimalkan oleh pemerintah-pemerintah daerah.

“Kalau semua Pemda pakai satelit, occupation-nya bisa sampai 100%,” timpal Kasubdit Pengembangan Infrastruktur Kominfo Anang Latif.

Namun proses hingga satelit berhasil diorbitkan tak memakan waktu sebentar. Mulai proses awal hingga pemesanan dan lain-lain bisa memakan waktu sampai tiga tahun. Selain itu slot orbit juga harus disiapkan untuk ditempati satelit nantinya.

“Tak cuma parkir (atau sekadar mengorbit), tapi harus ada spesifikasi khususnya juga. Satelit harus berkemampuan broadband. Fungsi utamanya bisa menjangkau ke mana saja (di seluruh Indonesia),” pungkas Anang.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya Sindikasi 7 Bank & SMI Biaya Tol Trans-Sumatra Garapan Hutama Karya