Berita


SMI Bakal Terbitkan Sukuk Rp2 Triliun

NUSA DUA – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) berencana untuk menerbitkan surat utang syariah (sukuk). Niatan tersebut didasari besarnya potensi market syariah di Indonesia.

Direktur Utama (Dirut) PT SMI Emma Sri Martini mengatakan, pihaknya akan segera mengeluarkan sukuk. Namun, hal tersebut baru terealisasi setelah terbentuknya unit usaha syariah (UUS) dari SMI.

“Ke depan kita akan keluarkan sukuk. Setelah UUS kita lihat bagaimana responsnya. Mungkin sekitar last quarter 2017 kita bisa keluarkan sukuk,” kata Emma di Grand Hyatt Bali, Kamis (8/12/2016).

Saat ini, lanjut dia, pembentukan UUS masih dalam tahap persiapan operasional. Namun, ditargetkan pada 2017 sudah bisa beroperasi.

“Dari legal, izin, syarat sudah keluar semua. Izin OJK sudah dapat. Persetujuan juga sudah. Itu seluruh perangkat lengkap. Tinggal persiapan operasional,” kata Emma.

Setelah UUS beroperasi, pihak SMI akan membuat portofolio syariah terlebih dahulu. Sehingga nantinya dapat melakukan tes market untuk menerbitkan sukuk dan menentukan besaran terbitannya yang ditargetkan secara keseluruhan sebesar Rp2 triliun yang akan diterbitkan bertahap.

“Kalau perkembangan portofolio cukup agresif nanti kita tes market. Bagaimana market percaya sukuk di SMI,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan, market syariah saat ini sangat menjanjikan. Terlebih Indonesia merupakan negara dengan dominasi masyarakat muslim terbesar.

“Kalau terlihat dua tahun terakhir inisiatif pemerintah mempromosikan syariah semakin gencar. Indonesia salah satu populasi muslim terbesar. Kami melihat celah itu sebagai salah satu opportunity,” katanya.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

PT SMI Kucurkan Pinjaman Rp 450 Miliar ke Kabupaten Muba 55 PPA Bakal Dapat Perhatian Khusus Request for Expressions of Interest: Consulting Services for Detailed Engineering Design (DED) of Road Improvement and Bridge Construction Project Sri Mulyani: Tol Trans Sumatera Berikan Banyak Dampak Positif Danai Tol Trans Sumatera, 7 Bank Kucurkan Rp 8 Triliun ke Hutama Karya