Berita


SMI Raih Komitmen Pembiayaan Rp 10,3 Triliun Akhir November

BADUNG – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI, badan usaha milik negara di sektor pembiayaan infrastruktur, mencatat komitmen pembiayaan senilai Rp 10,3 triliun per akhir November 2015, dari total nilai proyek sebesar Rp 87,7 triliun. Menurut eksekutif perseroan, pembiayaan yang diberikan memberikan multiplier effect sebesar 8,4 kali.

Dengan perolehan tersebut, saat ini SMI bersiap untuk peran yang lebih besar di tahun depan, sejalan dengan percepatan pembangunan infrastruktur yang membutuhkan sinergi dari berbagai pihak dan lintas sektor.

“Pemerintah juga menyiapkan suatu lembaga yang dapat mengakomodir kebutuhan pembangunan Indonesia dari segi pembiayaan, dan SMI disiapkan sebagai embrionya, untuk kemudian bertransformasi menjadi Lembaga Pembiayaan Pembangunan Indonesia atau LPPI,” kata Astried Swastika, Corporate Secretary SMI di Badung, Bali, Rabu (9/12) malam.

Dia menambahkan, sebagai langkah transformasi SMI menjadi LPPI, berbagai penguatan dilakukan perseroan dengan dukungan Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator di bidang pembiayaan. “Penguatan dimulai dari penambahan modal SMI, baik melalui PMN pada APBN 2015 sebesar Rp 2 triliun maupun PMN pada APBN-P 2015 sebesar Rp 18,3 triliun, yang merupakan pengalihan aset dari Pusat Investasi Pemerintah (PIP),” ungkap Astried.

Menurutnya, SMI juga melakukan beberapa usaha peningkatan kapasitas permodalannya, seperti menerbitkan corporate bond pada 2014, menerbitkan medium term notes pada akhir 2015. “Selain itu ada rencana mendapatkan pinjaman dalam bentuk dolar Amerika Serikat dari perbankan,” kata Astried.

Sektor-sektor yang bisa dibiayai SMI saat ini adalah infrastruktur sosial, seperti infrastruktur perkotaan, fasilitas pendidikan dan kesehatan, pariwisata dan pemasyarakatan. SMI juga dapat membiayai efisiensi energi antara lain panas bumi, energi tenaga surya, dan energi tenaga angin, serta pembiayaan untuk rolling stock kereta api.

Astried menuturkan, proses harmonisasi antar kementerian dalam rangka transformasi SMI menjadi LPPI masih berjalan, dan Rancangan Undang-undang LPPI dijadwalkan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016. SMI menargetkan LPPI dapat efektif beroperasi mulai 2017.

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai Setelah LRT Jabodebek, Ini Proyek Kerjasama Kemenhub dengan SMI