Berita


SMI Targetkan Pembiayaan Proyek Rp33 Triliun

JAKARTA – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI menargetkan pembiayaan proyek senilai 33 triliun rupiah pada tahun 2016. Direktur Utama SMI, Emma Sri Martini, mengatakan dari target 33 triliun rupiah itu sebanyak 10 triliun rupiah merupakan proses outstanding sekitar 10 triliun rupiah dengan komitmen dua kalinya sebesar 20 triliun rupiah atau mengalami times multifly sebanyak 4 kali.

“Ini berarti, SMI dapat membantu 50 sampai 80 triliun rupiah untuk project cost tahun ini. Sedangkan tahun lalu outstanding sebesar 4 triliun rupiah atau sebesar 35 triliun rupiah. Jadi artinya kalau multiplier effect dari apa yang kita komitkan dengan nilai proyek yang di-delivered-kan 4 sampai 5 kali. Dengan multiplier makin besar maka akan bagus supaya porsi private atau di luar SMI yang masuk sama-sama membiayai proyek.

Jangan semua pembiayaan proyek di-bailout oleh SMI karena tidak bagus juga,” paparnya di Jakarta, Selasa (5/4). Menurut Emma, hal itu merupakan fungsi SMI sebagai catalitical rules untuk mengajak private fund maupun private investor untuk sama-sama masuk dalam proyek infrastruktur, sementara SMI mengambil porsi seminimal dan seoptimal mungkin.

“Project cost tahun ini masih sama seperti tahun lalu dengan sektor infrastruktur yang masih menjadi prioritas, kemudian transportasi, dan ketenagalistrikan,” jelasnya. Selain itu, tahun ini SMI juga akan membiayai renewable energy seperti mini hydro. Untuk ketenagalistrikan bisa gas, coal, dan hydro.

“Kedepan harusnya tenaga surya (solar), tenaga angin (wind power), biomassa, dan biofuel harus kita galakan. Untuk ini kita lagi kerja sama dengan kementerian ESDM terkait dengan policy,” imbuhnya. Sedangkan untuk transportasi dan energi komposisinya hampir sama, saat ini porsinya 25 persen masing-masing di electricity dan transportasi, yang tidak hanya pada jalan tol tapi ada juga bandara dan pelabuhan. “Sampai kuartal I pembiayaan langsung sudah mencapai 1 triliun rupiah dari targetnya 2,5 triliun rupiah,” ungkapnya.

Lebih Lambat
Menurut Emma, pembiayaan kuartal I 2016 lebih lambat karena efek dari budgeting process. Namun, pada kuartal II akan terjadi percepatan. Penyaluran pada kuartal I masih agak di bawah target, dalam artian terlambat karena masalah pembebasan lahan. Sementara ada proyek yang sudah financing closing sejak tahun lalu. Tapi karena keterlambatan pembebasan lahan sehingga tertahan.

“Nah ini yang proses pembebasan lahan yang biasanya dari sisi waktu memang memakan waktu lama,” tambahnya. Sumber pendanaan SMI tahun ini berasal dari PMN (Penyertaan Modal Negara), penerbitan obligasi (bond), dan over spending.

MI akan menerbitkan PUB (Penawaran Umum Berkelanjutan) yang rencananya pada second half diajukan ke OJK dan BEI dengan nilai 10 triliun rupiah diperuntukan untuk kurun waktu dua tahun.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Dirut SMI Bakal Tegas Pecat Pegawai Penyebar Kebencian Kunjungi Proyek Panas Bumi Sorik Marapi Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata