Berita


Soal Pembangunan Infrastruktur, Bupati Pimpin Rakoor Bersama PT SMI

BERITAPENAJAM.com– Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengadakan rapat bersama PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) (Persero) dalam rangka mendiskusikan alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur di PPU. Rapat dilaksanakan di ruang rapat bupati lantai 3 Setkab PPU pada pukul 10.30 Wita.

Rapat dihadiri oleh Bupati PPU Yusran Aspar, Wakil Bupati PPU Mustaqim. MZ, Sekretaris Daerah PPU Tohar, Wakil Ketua DPRD Syahrudin, Ketua Komisi III DPRD PPU Baharuddin Mauin, anggota DPRD PPU Wakidi dan Zetht Salurafi, Pihak PT. SMI (Persero) yakni Erdian Dharmaputra, Adyaksa Paripurna, Andi Bikar Putra, dan Vicky Pranadjaja, Kepala Bagian Pembangunan Setkab PPU Edy Subyantoro, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah PPU Haeran Yusni, Kepala Dinas Pekerjaan Umum PPU Alimudin, Kepala Dinas Perhubungan, Kebudayaan dan Pariwisata PPU Ady Irawan, Sekretaris Bappeda PPU Hadi Saputro, Kepala Bagian Humas Setkab PPU Sardi, dan Kepala Dinas Pendapatan Daerah PPU Tur Wahyu Sutrisno.

Bupati PPU, Yusran Aspar mengungkapkan, awal pembahasan dirinya menjelaskan secara menyeluruh gambaran kebijakan pembangunan di PPU agar dapat melihat permasalahan di PPU secara utuh. Menurutnya, potensi perkembangan pembangunan di PPU dinilai sangat memungkinkinkan kedepan jika ruang di Balikpapan telah penuh, otomatis pasti akan beralih ke PPU karena PPU merupakan bagian terdekat dari Balikpapan sehingga pembangunan infrastruktur disesuaikan dengan wilayah Kota Balikpapan.

“Jadi, PPU ini merupakan pintu masuk dan keluar menuju daerah lain. Dan sangat lebih bagus lagi jika infrastrukturnya dapat dibangun,”ungkapnya dalam rapat, Kamis (2/6/2016)

Lanjutnya, terkait rencana kerjasama pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur di PPU dengan PT. SMI (Persero), dirinya berharap pembangunan di PPU dapat berjalan dan membantu pembangunan di PPU melihat kondisi keuangan daerah yang saat ini mengalami penurunan. Dalam rapat tersebut, dirinya juga menjelaskan beberapa proyek pembangunan yang menjadi andalan PPU seperti Kawasan Industri Buluminung (KIB), Jembatan PPU-Balikpapan, Bendungan Lawe-Lawe, Kawasan Water Front City, Pelabuhan Buluminung dan Pusat Tempat Olahraga Penajam yang akan dibangun dengan berbagai macam fasilitas cabang olahraga yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar 185 Miliar. Namun, ditambahnya jika memang hasil keputusan PT. SMI (Persero) membiayai proyek pembangunan infrastruktur, harus ada jangka waktu sebelum mengambil keputusan untuk ditindak lanjuti dengan PT. SMI terkait pengembalian pinjaman.

“Untuk Water Front City target 10 tahun dapat kembali modal, dari hotel dan pusat perbelanjaan. Dan juga dapat meningkatkan perekonomian kerakyatan karena disitu ada tempat wisata masyarakat,”tegasnya.

PT. SMI (Persero) adalah perusahaan BUMN yang sifatnya sebagai perusahaan pembiayaan infrastruktur (Industri Keuangan Non Bank). Dan dalam proses pembiayaan yang akan dibiayai oleh PT. SMI (Persero), pihaknya ingin pemkab PPU dapat melengkapi persyaratan seperti melengkapi persyaratan adminiatrasi berkas.

Wakil Ketua DPRD PPU, Syahruddin menngungkapkan, mendengarkan persentase dari PT. SMI (Persero), Pihaknya akan mempertimbangkan terlebih dahulu terutama terkait proses pengembaliannya, menurutnya persoalan ini juga berkaitan dengan beban anggaran PPU yang ada. Dan harapannya PT. SMI (Persero) dapat mempersentasekan kepada seluruh anggota DPRD PPU untuk menyamakan persepsi seluruh Anggota DPRD PPU.

“Secara prinsip kita apresiasi dengan terobosan itu dalam kondisi keuangan yang mengalami defisit sehingga pembangunan tetap berjalan,”ucapnya.

 

Sumber

Kembali ke Berita

Berita Terkait

Sekarang Cek Proyek Infrastruktur Bisa Lewat Aplikasi Sarana Multi Infrastruktur Diminta Garap Daerah Tertinggal SMI Berfokus Pada Pembiayaan Infrastruktur Pariwisata Sri Mulyani Minta PT SMI Selektif Pilih Proyek yang Akan Didanai Setelah LRT Jabodebek, Ini Proyek Kerjasama Kemenhub dengan SMI